Punya Boeing 737NG Terbanyak, Apa Pesawat Lion Ada Retak?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
15 October 2019 18:50
Lion memang pemilik Boieng 737 NG terbanyak di Indonesia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Lion Air Group memiliki jumlah pesawat tipe Boeing 737 New Generation (NG) terbanyak di Indonesia. Rinciannya, Lion Air sebanyak 102 pesawat, dan Batik Air sebanyak 14 pesawat.

Corporate Communications Strategic Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro, menegaskan bahwa seluruh pesawat tipe tersebut yang dimiliki tak ada yang tergolong berumur tua.

"Saat ini umur pesawat Lion Air pada 25.000 flight cycle data atau masih di bawah 30.000," ungkap Danang kepada CNBC Indonesia, Selasa (15/10/2019).


Ia menegaskan pula, untuk pemeriksaan dan perawatan akan terus dilakukan sesuai airworthines directive (AD) atau perintah dari lembaga berwenang seperti FAA, EASA atau DKPPU (Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara). Hal itu menurutnya harus dikerjakan secara mutlak jika pesawat udara terdaftar dalam AD tersebut, dengan interval tertentu guna menjaga kelaikanudara.

"Untuk AD crack tersebut, Lion Air sudah memprogramkan pelaksanaannya," bebernya.



Dia meminta pelanggan Lion Air Group tak meragukan urusan keamanan dan keselamatan. Pasalnya, Lion Air Group, kata dia mengutamakan faktor keselamatan, keamanan dan kenyamanan penerbangan. 

"Lion Air Group patuh menjalankan kebijakan, aturan sesuai standar pengoperasian pesawat udara," katanya.

Sebagaimana diketahui, Boeing 737 NG mendapat perintah wajib mengalami pemeriksaan pada seluruh armada di seluruh dunia termasuk di Indonesia.

Setelah Kemenhub  menerima DGCA Indonesia Airworthiness Directives (AD) atau perintah kelaikan terbang nomor 19-10-003. AD ini dipicu oleh laporan retak yang ditemukan pada frame fitting outboard chords and failsafe straps adjacent to the stringer S-18A straps.

B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 30.000 Flight Cycle Number (FCN) wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 7 hari sejak tanggal efektif AD 19-10-003 atau tanggal 11 Oktober 2019.

B737NG dengan umur akumulasi lebih dari 22.600 FCN wajib melakukan pemeriksaan tidak lebih dari 1000 FCN sejak tanggal efektif AD 19-10-003. Selanjutnya dilakukan pemeriksaan kembali setiap 3500 FCN secara berulang.

Berdasarkan hasil pemeriksaan yang telah dilakukan oleh DKPPU per tanggal 10 Oktober 2019, terdapat crack atau retak pada salah satu dari 3 pesawat B737NG milik Garuda Indonesia yang berumur melebihi 30.000 FCN dan terdapat crack pada 2 pesawat B737NG milik Sriwijaya Air dari 5 pesawat yang berumur lebih dari 30.000 FCN.

Sedangkan Batik Air dan Lion Air tidak memiliki pesawat yang berumur melebihi 30.000 FCN.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading