Ada Apa Antara Megawati dengan Surya Paloh?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
02 October 2019 13:33
Ada Apa Antara Megawati dengan Surya Paloh?
Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar hubungan yang tak harmonis antara Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dengan Ketua Umum NasDem Surya Paloh kian nampak.

Bahkan belakangan viral beredar sebuah video, Megawati tidak bertegur sapa bahkan bersalaman dengan Surya Paloh dan juga Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) saat bertemu.

Viralnya potongan video tersebut makin menguatkan opini publik tentang hubungan yang retak antara Megawati dengan Surya Paloh khususnya.

Namun PDIP membantah adanya ketegangan di antara keduanya.

"Kelihatannya karena cukup anggukan kepala, Pak SP kan tidak kasih tangan ke Ibu. Seperti ke AHY juga, Mas AHY kan sudah salam di dada, Ketum mengangguk, lalu meneruskan ke sebelahnya. Ketum lagi gembira menyaksikan pelantikan. Jadi saya yakin tidak sempat untuk punya negative intention. Bayangkan, putrinya Ketua DPR dan PDIP terbanyak di DPR, nggak perhatian ke hal-hal yang negatif. Sepanjang acara juga ceria," ujar politikus PDIP Eva Kusuma Sundari dikutip detikcom.



Detikcom meminta tanggapan juga kepada pakar komunikasi politik Universitas Paramadina Hendri Satrio. Menurut Hendri, ia melihat jelas sekali ada pesan politik di balik pelengosan Megawati ke Surya Paloh itu.

"Ketegangan Megawati-Surya Paloh ini sudah terbaca sejak pertemuan Teuku Umar (Megawati-Prabowo) dengan pertemuan Gondangdia (Surya Paloh dan anggota parpol koalisi selain PDIP). Jadi ini akan panjang. Apalagi Megawati kalau konflik dengan tokoh akan panjang seperti dengan SBY," kata Hendri kepada wartawan, Rabu (2/10/2019).


Ketegangan ini, menurut Hendri, muaranya adalah kursi kabinet yang akan diumumkan Jokowi setelah pelantikan presiden.

"Jadi sekarang tantangannya Pak Jokowi adalah untuk mempertahankan soliditas partai politik. Karena ini pasti ada kaitannya dengan pembagian kursi kabinet," katanya.

Lebih dari itu, isu santer Megawati juga sangat kecewa terhadap Surya Paloh, yang awalnya kompak.

"Megawati isunya kecewa, banyak kepala daerah PDIP pindah ke NasDem. Jadi dianggap menelikung, membajak kader terbaiknya. Jadi mungkin saja ada perang dingin yang panjang," pungkasnya.








(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading