Nih, Plus Minus Kredit Tanpa Agunan dari Perencana Keuangan

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
22 September 2019 22:07
Kredit Tanpa Agunan memang memudahkan nasabah, tapi perlu disimak sisi lainnya.
Jakarta, CNBC Indonesia - Para perbankan terus berinovasi memberikan layanan jasa keuangan seperti kredit dengan segala macam skema. Salah satunya adalah kredit tanpa agunan (KTA).

Layanan KTA memungkinkan nasabah mendapat dana segar tanpa memberikan agunan seperti pada kredit umumnya. Selain itu, prosesnya pun relatif cepat, biasanya perbankan mensyaratkan kepemilikan kartu kredit agar proses pengajuan KTA berjalan mulus.

Menurut perencana keuangan, Sari Insaniwati umumnya KTA digunakan untuk renovasi rumah, sekolah anak, pernikahan dan liburan, tetapi sebelum mengambil KTA perlu mempertimbangkan beberapa hal berikut yaitu bunga, jumlah pinjaman dan tenor tidak melebihi 30% dari penghasilan.




Sewaktu-waktu KTA memang bisa menjadi solusi di tengah-tengah kebutuhan keuangan yang mendadak. Namun di sisi lain KTA bisa menjadi bumerang bila tidak diantisipasi dengan bijaksana.

"Sebenarnya kan tergantung disiplin kita juga sih, kalau kita tidak disiplin dan merasa bahwa KTA menjadi beban ya sama kayak misalnya awal kita punya KPR gitu kan punya cicilan utang, kan itu mau nggak mau kita harus membayar cicilan utang itu," kata Sari Insaniwati kepada CNBC Indonesia dalam program Investime, Minggu (22/09/2019).

KTA bagi pengusaha menjadi alternatif, karena persyaratannya lebih mudah dibandingkan dengan KPR atau multiguna, dari situ kita dapat menggunakan KTA tersebut untuk modal usaha, tapi jumlahnya harus diperhitungkan. KTA juga dapat digunakan untuk kepemilikan kendaraan, DP rumah dan juga investasi.

Fasilitas ini umumnya diberikan kepada nasabah dengan penghasilan tetap setiap bulannya. Besaran gaji bulanan seorang nasabah semacam garansi untuk komitmen pembayaran cicilan. Namun, bila KTA dinikmati oleh nasabah yang tak punya penghasilan tetap maka risikonya berat.

"Risikonya dua sih, pertama kita kena blacklist, dan kedua dikejar debt Collector, kita juga kan nggak mau ya setiap saat ditelepon atau tiba tiba ada yang ngetuk rumah, itu sih risikonya," katanya.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading