Revisi UU KPK Disahkan, Novel: Koruptor Utang Budi ke Jokowi

News - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
14 September 2019 14:16
Foto: KPK (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia- Penyidik fenomenal Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan kembali mempertanyakan sikap Presiden Joko Widodo yang diduga memuluskan jalan pengesahan Rancangan Undang-Undang KPK.

Novel menilai, beberapa usulan perubahan RUU KPK ini menyimpan masalah dan berpotensi melemahkan lembaga antirasuah.

Hal serupa yang juga disampaikan sejumlah kalangan yakni akademikus dan pegiat antikorupsi, di antaranya soal pembatasan penyadapan, perubahan status kepegawaian menjadi aparatur sipil negara (ASN) dan kewenangan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).



"Saya tidak bisa tuduh Pak Jokowi punya kepentingan, tapi kalau kita ingat, semasa beliau menjabat saja, kan upaya seperti ini sudah berulang kali dilakukan oleh DPR, bukan baru pertama kali. Jadi saya yakin Pak Jokowi tahu. Setelah Pak Jokowi tahu dan tetap mau mengubah, apa masalahnya itu, saya enggak ngerti," kata Novel seperti dikutip dari CNNIndonesia.com, Sabtu (14/9).

"Dan tentunya kalau Pak Jokowi selesaikan ini [RUU KPK] maka koruptor akan berutang budi sekali sama beliau," lanjut dia lagi.



BERSAMBUNG KE HALAMAN 2 >>>>>


(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading