Pesangon & Gaji Miliaran, Kok Bos Petral Masih Tergoda Suap?

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
11 September 2019 06:16
Fasilitas gaji eks Bos Petral Bambang Irianto yang jadi tersangka KPK sangat mewah, gajinya lebih tinggi dibanding Bos Pertamina
Jakarta, CNBC Indonesia- Nama Bambang Irianto kembali menjadi omongan sejak Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan suap selama ia menjabat sebagai VP Marketing Pertamina Energy Service (PES), cucu usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang jual beli minyak.

KPK menetapkannya sebagai tersangka dugaan perkara suap terkait dengan perdagangan minyak mentah dan produk kilang. Ia melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT Pertamina (Persero) yang dapat diikuti oleh National Oil Company (NOC), Major Oil Company, Refinery, maupun trader. 




Pada periode 2009-2013, saat ia duduk di kursi jabatannya, Bambang diduga menerima sejumlah uang di rekening bank luar negeri yang ia peroleh dari hasil 'pengamanan' alokasi kargo perusahaan minyak/NOC agar produknya bisa diekspor ke Indonesia. Salah satu yang dibantu adalah perusahaan Kernel Oil.

"Bahwa pada periode tahun 2010 s.d. 2013, Tersangka BTO melalui rekening perusahaan SIAM diduga telah menerima uang sekurang-kurangnya US$2,9 juta atas bantuan yang diberikannya kepada pihak KERNEL OIL terkait dengan kegiatan perdagangan produk kilang dan minyak mentah kepada PES/PT PERTAMINA (Persero) di Singapura dan pengiriman kargo," tulis Wakil Ketua KPK Laode M Syarif dari rilis yang dikutip CNBC Indonesia, Rabu (11/09/2019).



Nah, uang US$ 2,9 juta itu baru dari satu perusahaan, belum jika ternyata ada perusahaan minyak lain yang juga menyetor ke Bambang.

Bambang Irianto kemudian dipercaya sebagai Direktur Utama Petral, induk usaha PES, yang intinya masih gerak di bidang sama cuma beda kantor saja yang berada di Hong Kong.

Ketika ia menjabat di Petral, dilalah semangat memberantas mafia migas pemerintahan RI saat itu sedang menggebu-gebu. Mulai dari Presiden, Menteri, sampai tim reformasi tata kelola migas dibentuk untuk mengusut bisnis transaksi jual beli minyak ini. Bambang kena sorotan.

Mantan Menteri ESDM Sudirman Said ini sempat gemas bukan main dengan Bambang, pasalnya bos Petral satu ini kerap sulit diajak berkoordinasi. Mulai dari sering mangkir hadir saat dipanggil, sampai alasan laptop hilang segala!

Sementara, ekonom Faisal Basri juga pernah mengungkap fakta mengejutkan soal Bambang Irianto dan pergantian Dirut Petral saat itu.

Pada awal tahun 2015, manajemen Pertamina mengganti Dirut Petral. Dirut Petral baru adalah Totok Nugroho, menggantikan Bambang Irianto.

Dikutip dari Detik Finance, Faisal mengatakan, biaya yang harus dikeluarkan sebagai kompensasi mengganti Dirut Petral mencapai Rp 13 miliar lebih. "Tahu nggak yang buat kita lebih kaget lagi? Uang pisah Dirut Petral yang kemarin itu lebih dari US$ 1 juta (sekitar Rp 13 miliar)," kata Faisal.

Soal gaji, per bulan, Dirut Petral mendapatkan gaji US$ 44 ribu per bulannya, atau mencapai Rp 572 juta per bulan.

"Pak Dwi (Direktur SDM Pertamina) kan tahu semua gaji pegawai Pertamina, tapi dia tidak tahu gajinya Dirut Petral. Pas diperlihatkan kaget, gajinya Dirut Petral itu US$ 44.000 (Rp 572 juta) per bulan take home pay, kalau pokoknya US$ 41.000 (Rp 533 juta). Kalah jauh gajinya Dirut Pertamina yang hanya sekitar Rp 200 juta per bulan take home pay," jelas Faisal.


[Gambas:Video CNBC]


(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading