Ini Sosok Bambang Irianto, Eks Bos Petral Jadi Tersangka KPK!

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
10 September 2019 15:40
Ini Sosok Bambang Irianto, Eks Bos Petral Jadi Tersangka KPK!
Jakarta, CNBC Indonesia- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Bambang Irianto sebagai tersangka kasus dugaan suap di tubuh anak usaha PT Pertamina (Persero) yang bergerak di bidang jual beli minyak, yakni Pertamina Trading Energy Limited (Petral) dan cucu usahanya Pertamina Energy Services Pte Ltd (PES). 

Balik ke tahun 2015, nama Bambang Irianto sendiri sudah sering disebut-sebut sebagai biang kerok bobroknya transaksi jual beli minyak anak usaha Pertamina tersebut. Bambang berkali-kali disebut dan disindir oleh Faisal Basri yang kala itu sebagai Ketua Tim Reformasi Tata Kelola Migas yang dibentuk oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said, waktu itu.





KPK meringkus Bambang karena dugaan menerima suap sewaktu menjabat sebagai Managing Director Pertamina Energy Service Pte. Ltd periode 2009-2013.

Pada saat Bambang menjabat sebagai Vice President (VP) Marketing, PES melaksanakan pengadaan serta penjualan minyak mentah dan produk kilang untuk kebutuhan PT. Pertamina (Persero) yang dapat diikuti oleh National Oil Company, Major Oil Company, Refinery, maupun trader.

"Tersangka BTO selaku VP Marketing PES membantu mengamankan jatah alokasi kargo KERNEL OIL dalam tender pengadaan atau penjualan minyak mentah atau produk kilang. Dan sebagai imbalannya diduga Bambang Irianto menerima sejumlah uang yang diterima melalui rekening bank di luar negeri," ujar Wakil Ketua KPK Laode M Syarif, Selasa (10/9/2019).

Lepas dari PES, Bambang Irianto terus dipercaya oleh perusahaan bahkan menjadi Direktur Utama PT Pertamina Energy Trading Limited (Petral) pada 2014.



Mantan Menteri ESDM Sudirman Said sempat 'gemas bukan main' dengan bekas Dirut Petral ini, pasalnya saat dipanggil untuk audit forensik, Bambang sering mangkir dan sulit berkoordinasi. Bahkan sampai beralasan kehilangan laptop segala!

Meski Petral dibubarkan, dan fungsi trading dikembalikan ke ISC pada 2015. Bambang Irianto melenggang dengan nyaman dari tanggung jawabnya, dan menikmati masa pensiun. 


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading