Tingkatkan Kredit UMKM, Mandiri Bangun Aplikasi Online

News - Monica Wareza, CNBC Indonesia
04 September 2019 18:53
Tingkatkan Kredit UMKM, Mandiri Bangun Aplikasi Online
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) masih berupaya untuk meningkatkan penyaluran kredit untuk sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang hingga semester Juli 2019 masih jauh dari target. Untuk itu perusahaan mengembangkan platform digital untuk bisa mendukung percepatan penyaluran kredit di sektor ini.

Direktur Retail Banking Bank Mandiri Donsuwan Simatupang mengatakan platform baru ini bisa mulai diujicobakan pada November 2019 dan diharapkan dapat mendorong tingkat kredit ke sektor UMKM ke level double digit. Hingga Juli ini kredit ini masih mencapai single digit tanpa menyebutkan besarannya.

"Karena di UMKM itu kan pricing bukan yang paling menentukan, tapi kecepatan proses yang menentukan. Itu sebabnya kami bangun new platform di loan underwriting di SME-nya," kata Donsuwan di Plaza Mandiri, Rabu (4/9/2019).



Dia menjelaskan, platform ini merupakan big data yang dari UMKM-UMKM yang sudah menjadi costumer Mandiri. Sehingga proses pencairan kredit untuk nasabah lama dapat dilakukan dalam satu hari saja, sedang untuk nasabah baru diperkirakan masih akan memakan waktu selama tujuh hari kerja.

"Hanya memang data itu selama itu harus diolah secara manual oleh RM. Sekarang data itu tidak lagi diolah secara manual, sudah secara digital dan RM akan kami bekali RM tools, sehingga dengan demikian, RM akan lebih mudah dan dia sudah bisa memilih mana yang harus dia targetkan costumernya," jelas dia.

Menurut Donsuwan, sejauh ini tingkat bunga kredit yang diberikan untuk UMKM berkisar antara 8,5-10% bergantung pada tingkat risiko dari perusahaan-perusahaan tersebut. Salah satu hal lainnya yang menjadi pertimbangan pricing ini adalah tingkat transaksi yang dilakukan oleh perusahaan ini.


"Kalau transaksinya di mandiri, risikonya kecil, ya ada yang kami kasih 8,5%. Jadi, bunga peminjaman tidak melulu acuannya BI, tapi risiko dan CASA yang dibawa oleh nasabah," tegasnya.

Untuk segi kredit bermasalah (non performing loan/NPL), hingga semeter I-2019 di sektor ini menyumbang sebesar 2%. Di akhir 2019 ditargetkan NPL sektor UMKM menjadi 1,9%.

[Gambas:Video CNBC]

(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading