Sempat Ingin Ibu Kota ke Kalimantan, Sukarno Pilih Jakarta

News - Suhendra, CNBC Indonesia
26 August 2019 11:30
Sukarno sempat memulai wacana pindah ibu kota, tapi dia juga yang mengakhiri.
Jakarta, CNBC Indonesia - Cerita soal rencana memindahkan ibu kota adalah cerita lama. Selain pada masa revolusi, ibu kota sempat pindah sementara ke Yogyakarta dan Bukittinggi. Setelah Indonesia merdeka, wacana pemindahan ibu kota kembali bergulir.

Tonggak sejarah penting pada Rabu 17 Juli 1957, saat Presiden RI kala itu, Sukarno, mengarungi Sungai Kahayan dengan kawalan beberapa perahu. Ia singgah di sebuah wilayah bernama Pahandut, yang kini berkembang sebagai Palangkaraya, yang sempat diimpikan oleh Sukarno sebagai ibu kota baru, karena lokasinya di tengah-tengah Indonesia.

Berselang tujuh tahun, mimpi Sukarno akhirnya kandas. Presiden pertama RI ini membatalkan sendiri keinginan besarnya. Ini terungkap pada UU No 10 tahun 1964 tentang pernyataan daerah khusus ibukota Jakarta Raya tetap sebagai ibukota negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta.


Dari situ terungkap, Sukarno akhirnya memilih ibu kota tetap di Jakarta, salah satunya karena pertimbangan historis.

"Bahwa perlu menyatakan daerah khusus Ibu-Kota Jakarta Raya, yang merupakan kota pencetusan proklamasi kemerdekaan serta pusat penggerak segala aktivitas revolusi dan penyebar ideologi Pancasila ke seluruh penjuru dunia serta yang telah menjadi ibu kota Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan nama Jakarta sejak Bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaannya, tetap sebagai ibu kota Negara Republik Indonesia dengan nama Jakarta," tegas UU yang ditandatangani oleh Sukarno di Jakarta 31 Agustus 1964 itu.


Selain pertimbangan historis, Jakarta ditegaskan tetap sebagai ibu kota karena pertimbangan nama Jakarta telah semasyhur dan dikenal.

"Dengan dinyatakan Daerah Khusus Ibu-Kota Jakarta Raya tetap menjadi Ibu-kota Negara Republik Indonesia dengan Jakarta, dapatlah dihilangkan segala keragu-raguan yang pernah timbul, berhubung dengan adanya keinginan-keinginan untuk memindahkan Ibu-Kota Negara Republik Indonesia ketempat lain."



(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading