Ini Dia Sosok Dibalik Dugaan Manipulasi General Electric

News - Sefti Oktarianisa, CNBC Indonesia
18 August 2019 12:13
Ini Dia Sosok Dibalik Dugaan Manipulasi General Electric
Jakarta CNBC Indonesia - Isu dugaan manipulasi keuangan yang dilakukan General Electric, sebuah perusahaan multinasional teknologi dan jasa Amerika Serikat yang bermarkas di New York terus bergulir.

Dalam sebuah laporan penelitian yang diterbitkan Harry Markopolos, investigator akuntansi dan keuangan AS, GE diduga memanipulasi keuangaannya hingga us$ 38 miliar. Lalu siapa sebenarnya sosok Markopolos?


Sebagaimana dilansir dari The Business Insider, Markopolos merupakan seorang pria berumur 62 tahun. Ia berasal dari Eerie, Pennsylvania, dan lahir dari keluarga Yunani yang menjalankan sebuah restoran di kota itu.


Ia memulai karirnya sebagai broker di Makefield Securities, sebuah perusahaan kecil di Pennsylvania. Ia kemudian pindah ke Darien Capital Management & Rampart Investment Management, tempat dimana namanya dikenal pertama kali oleh publik keuangan AS karena membuka bobroknya skema ponzi Bernard Madoff di akhir 2008.

Skema ponzi diambil dari nama Charles Ponzi, dimana skema ini menjanjikan imbal hasil besar pada investor. Namun sebenarnya, uang tidak benar-benar dihasilkan. Skema ponzi hanya memutar uang investor baru untuk membayar hasil investor lama.

Pengamatan Markopolos terkait Madoff tidak dilakukan secara singkat. Ia meneliti firma Madoff tersebut sejak tahun 1999.


Markopolos sempat melaporkan Madoff dan perusahaannya ke Komisi Bursa Efek setempat. Namun sayangnya, otoritas tidak begitu memperdulikan Markopolos, karena statusnya yang bekerja pada firma saingan Madoff.

Namun Markopolos tetap menginvestigasi perusahaan tersebut. Akhirnya dari laporan Markopolos, Madoff diputuskan bersalah karena skema ponzi yang ia pakai, dan dihukum 150 tahun penjara di 2009.

Investigasinya tersebut kemudian ia buat dalam buku No one Would Listen: A True Financial Thriller. Dalam buku tersebut, ia memuat ketakutannya akan serangan buruk akibat tindakannya tersebut.

Bahkan, setiap hendak bepergian, Markopolos kerap memeriksa kendaraannya terlebih dahulu. "Apakah ada bom atau tidak," ujarnya sebagaimana dilansir Wall Street Journal.

Pada Rabu, Markopolos membuka laporannya secara online terkait GE. Dalam laporannya setebal 170 halaman, ia menuduh GE memanipulasi keuangannya hingga US$ 38 miliar atau 40% dari nilai pasar perusahaan.

Ia bahkan mengatakan apa yang dilakukan GE persis seperti yang terjadi pada kasus manipulasi Enron di tahun 2001. Enron merupakan perusahaan energi AS berbasis di Houston. Perusahaan ini bangkrut akibat memanipulasi laporan keuangan dengan menutup-nutupi utang.

Markopolos menyebutkan bisnis asuransi GE memiliki masalah besar. Ia mensinyalir GE menggunakan pengaturan palsu guna menyembunyikan kerugian yang sangat besar.

Anak usaga GE, Baker Hughes juga dikatakannya telah melakukan tindakan yang tidak etis. "Ini hanya puncak gunung es," ujar Markopolos.








(sef/sef)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading