Impor Bawang Putih Berujung ke KPK, Buwas: Bukti ada Mafia

News - m, CNBC Indonesia
15 August 2019 19:35
Impor Bawang Putih Berujung ke KPK, Buwas: Bukti ada Mafia
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Utama Bulog Budi Waseso angkat bicara mengenai impor bawang putih yang berujung ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Dia bersyukur bahwa Bulog tak terlibat kasus itu.

"Waktu itu dibatalkan, yaitu yang saya bilang. Alhamdulillah ya kan. Sekarang kan ketahuan mafianya. Kalau kemarin kita dapat [realisasi impor] mungkin gak terungkap mafianya, sekarang kan terungkap. Nah itulah bersyukurnya kalau Tuhan maha segalanya, kejahatan akan terungkap," katanya di Jakarta, Kamis (15/8/2019).

Buwas, sapaan akrabnya, menegaskan bahwa selama ini Bulog tidak pernah mengajukan diri untuk mengimpor bawang putih. Dikatakan, Bulog hanya impor jika ada penugasan dari pemerintah.


"Bulog itu kan stabilisasi stok, ya jadi kita berdasarkan penugasan saja. Jadi kita gak nafsu ke situ. Yang penting bagaimana kepentingan masyarakat dan petani serta masyarakat umum sebagai konsumen dari kebutuhan pangan itu tercapai, aman, terkendali," tegasnya.
Buwas memang dikenal kerap menolak kebijakan impor sejumlah komoditas. Dia juga beberapa kali berujar ada mafia yang memainkan harga sejumlah komoditas sehingga memengaruhi kebijakan impor.

"Saya pertaruhkan tidak ada impor, benar ga ucapan saya. Benar kan, pas saya bilang ada mafia beras, benar kan? Ada mafia gula, benarkan? Ada mafia bawang putih, benar nggak?," seru Buwas.

Analisis Buwas itu bukan tanpa dasar. Pasalnya, secara pengalaman Buwas memang pernah menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Kepolisian Negara Republik Indonesia.

"Hanya sekarang sudah pensiun saja, itu saja. Tapi saya masih kuat, saya paham betul gitu loh. Tapi itu saya lakukan demi mengikuti kepentingan bangsa dan negara ini, terutama masyatakat petani. itu yang saya lakukan, itu ketulusan saya bekerja," pungkasnya.

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading