Kejayaan Minyak RI Selesai, Jonan: Berpikirnya Seperti China

News - Redaksi, CNBC Indonesia
15 August 2019 16:00
Menteri Jonan mengakui kejayaan minyak sudah selesai, saatnya berpikir seperti China dan Jepang
Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan, buka suara soal pernyataan Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang mengatakan kejayaan minyak Indonesia sudah selesai.

Menurut Jonan, pernyataan presiden memang betul. Sebab, sudah belasan tahun Indonesia resmi menjadi net importir minyak. Berdasar data Badan Pusat Statistik, Indonesia telah alami defisit migas sejak 2004.



"Sudah 15 tahun kita jadi net importir untuk minyak, tapi lihat di dunia ini seperti Jepang, apa mereka ada sumber minyaknya? Tidak, Jepang impor semua bahan bakarnya. Mobil listrik di sana sedikit, separuhnya masih pakai BBM juga," kata Jonan, saat dijumpai di kantornya oleh CNBC Indonesia, Kamis (15/8/2019).


Ia juga mengambil contoh negara lainnya yakni China, yang produksi minyaknya juga cukup besar mencapai 2 juta barel sehari. Tetapi, konsumsinya mencapai 6 juta hingga 8 juta barel sehari. Artinya defisit migas juga dialami oleh negara-negara besar.

Pemerintah bukannya diam saja, saat ini sudah mulai dikebut upaya eksplorasi dan eksploitasi untuk mencari cadangan. Tapi, eksplorasi saat ini hasilnya tak bisa serta merta dilihat sekarang. "Tujuh tahun kemudian baru ada hasilnya, ini baru dimulai," jelasnya.


Kembali kepada ketergantungan impor minyak. Jonan menjelaskan minyak menjadi kebutuhan dasar yang bahkan tak bisa dihindari negara-negara besar. Sementara untuk disetop juga tak bisa, karena konsumsi BBM pasti makin tinggi. Ia pun meminta publik berkiblat pada China yang impor minyak besar setiap hari.

"Kenapa tidak ditulis defiist karena impor besar? Karena mereka di sana ekspornya, (industri) manufakturnya berjalan. Jadi sektor lainnya bisa menyeimbangkan. Cara pikirnya seperti itu," katanya.

Kementerian dan BUMN juga terus mengupayakan agar impor BBM bisa ditekan dengan sejumlah program, dari biodiesel sampai mobil listrik. "Kami sangat mendorong mobil listrik ini, karena nanti penggunaan energinya bisa dari pembangkit listrik yang bahan bakarnya bervariasi."

Kejayaan Minyak RI Selesai, Jonan: Berpikirnya Seperti ChinaFoto: Infografis/Cadangan Migas Indonesia/Edward Ricardo



(gus/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading