Pemimpin Hong Kong Ogah Resign Walau Terus Menerus Didemo!

News - Wangi Sinintya & Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
05 August 2019 17:22
Pemimpin Hong Kong Ogah Resign Walau Terus Menerus Didemo!
Hong Kong, CNBC Indonesia - Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam angkat bicara perihal gelombang aksi unjuk rasa yang masih terjadi hingga Senin (5/8/2019). Ia mengatakan Hong Kong di ambang 'situasi yang sangat berbahaya'.

Dilansir CNBC International, Carrie Lam mengatakan para demonstran melakukan aksi protes di luar permasalahan RUU Ekstradisi. Ia mengatakan, "gangguan yang luas atas nama tuntutan tertentu" telah "secara serius merusak hukum dan ketertiban Hong Kong."

"Pemerintah akan tegas dalam menjaga hukum dan ketertiban di Hong Kong dan memulihkan kepercayaan," kata Carrie Lam.


Ia juga mengindikasikan untuk bertahan di jabatannya sebagai pemimpin eksekutif. Meskipun, sudah berulang kali pengunjuk rasa meminta Carrie Lam untuk mundur.



Pada 1 Juli lalu, sekelompok pengunjuk rasa masuk ke gedung legislatif kota dan merusak kantor tersebut. Komunitas bisnis, pemerintah kota, dan Pemerintah China menentang tindakan itu, tetapi situasinya semakin memburuk.

Laporan dan rekaman dari aksi beberapa pengunjuk rasa menggambarkan Kepolisian Hong Kong mengambil tindakan kekerasan terhadap para pengunjuk rasa. Hal itu semakin memicu kemarahan publik terhadap pihak berwenang.

Banyak pengunjuk rasa telah ditangkap pada bulan lalu karena pelanggaran, termasuk merusakkan lambang nasional China di gedung pemerintah, berkumpul secara tidak sah dan terlibat dalam perilaku kekerasan. Penangkapan itu menjadikan kepercayaan antara banyak anggota masyarakat dan pemerintah berkurang. Pada Senin, pekerja dari berbagai industri terlihat berpartisipasi dalam aksi unjuk rasa.



Sistem transportasi di seluruh Hong Kong pun terganggu akibat demo yang melanda negara itu dalam beberapa hari terakhir. Bahkan para pendemo dikabarkan melanjutkan aksinya hingga Senin (5/8/2019) saat jam kerja berlangsung.

Akibat hal itu, hampir 100 penerbangan keluar dan 100 penerbangan masuk dibatalkan. Bandara Hong Kong juga mengeluarkan peringatan bahwa "keadaan pada Senin 5 Agustus dapat memengaruhi operasi bandara dan menyarankan penumpang untuk menghubungi maskapai mereka sebelum menuju ke bandara."

Beberapa jalur MTR hingga jaringan kereta api yang melayani Hong Kong juga ditutup sementara karena para pengunjuk rasa membuat kekacauan untuk menghalangi kereta meninggalkan stasiun.

MTR mengatakan gangguan layanan telah mempengaruhi jalur Tsuen Wan, jalur Kwun Tong, garis pulau, jalur Tung Chung, jalur Kereta Timur dan jalur Kereta Barat. Gangguan ini terjadi karena sejumlah insiden terkait pintu kereta api, operasi pintu layar platform, dan operasi pintu layar platform.

Foto: MTR Corp mengumumkan penangguhan layanan akibat demo di Hong Kong (AP Photo/Vincent Thian)


Risiko resesi
Menteri Keuangan Hong Kong Paul Chan memperingatkan risiko resesi telah meningkat di Hong Kong.

"Pada kuartal kedua, ekonomi Hong Kong turun 0,3% secara triwulanan. Jika terus membukukan pertumbuhan negatif pada kuartal ketiga, maka secara teknis ekonomi Hong Kong akan meluncur ke dalam resesi," tulis Chan.

Chan secara khusus menyebut hal ini mungkin terjadi akibat serangkaian demo yang terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

"Demonstrasi dalam dua bulan terakhir dan beberapa kegiatan yang sedang terjadi akan mempengaruhi kehidupan masyarakat dan fondasi kesuksesan Hong Kong dan merugikan ekonomi. Para korbannya adalah publik. Harap dipikirkan," tulisnya.

Selain demo, Chan juga menyebut resesi mungkin terjadi akibat perlambatan ekonomi global.

Bank Dunia (World Bank/WB) dan Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) kompak telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2019 dan 2020.

Pada bulan Juni 2019, Bank Dunia menurunkan ramalan pertumbuhan ekonomi tahun 2019 sebesar 0,3 persen poin menjadi 2,6%. Sementara proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2020 dipangkas 0,1 persen poin menjadi 2,7%.

Adapun IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi tahun 2019 dan 2020 sebesar 0,1 persen poin menjadi masing-masing sebesar 3,25 dan 3,5%. Hal itu dipicu oleh perang dagang yang kian meningkat antara China dengan Amerika Serikat (AS).

[Gambas:Video CNBC] (miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading