Bukit Soeharto Ditawarkan Buat Ibu Kota, Mau Pak Jokowi?

News - Yanurisa Ananta, CNBC Indonesia
25 July 2019 15:03
Gubernur Kaltim menawarkan Bukit Soeharto sebagai lokasi calon ibu kota baru.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah provinsi (Pemprov) Kalimantan Timur menawarkan Kawasan Bukit Soeharto sebagai calon Ibu Kota baru Indonesia.
Pemindahan ibu kota merupakan megaproyek pemerintah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024.

Proyek tersebut rencananya akan berdurasi 5 tahun (2020-2024) sepanjang kepemimpinan Jokowi periode kedua. Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan sudah menawarkan Bukit Soeharto yang memiliki luas 68.000 hektar sebagai calon lokasi. 

"Kami sudah tawarkan di Bukit Soeharto itu. Ada 68.000 hektar. Ke Timur bisa sampai ke pantai. Bagus pantainya. Ke Barat ada kawasan hutan kurang lebih 250.000 hektar. Ketinggiannya di atas 25 mdpl," kata Isran usai Rapat Koordinasi Nasional (RKN) Pengendalian Inflasi di Jakarta, Kamis (25/7/2019).



Isran Noor meyakinkan bahwa secara geografis Kawasan Bukit Soeharto aman untuk dijadikan ibu kota. Tidak ada gempa di kawasan tersebut karena Kalimantan memang tidak masuk dalam kawasan Ring of Fire.

Lokasinya pun dinilai strategis karena berada di antara dua bandara internasional, yaitu Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan dan Bandara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto. Secara infrastruktur, jalan tol yang menyambung ke Samarinda juga melintas di Kawasan Bukit Soeharto.

"Bukit Soeharto itu hutan dulunya Hutan Pengusahaan Hutan (HPH). Kalau musim kemarau kebakaran karena tidak dipelihara. Kalau dijadikan kawasan pemerintahan jangan dirusak semua," ujarnya.

Isran menjelaskan jika lokasi itu dijadikan ibu kota Indonesia maka akan dibuat infrastruktur jalan yang berada di bawah pohon. Ia berharap jika dipilih pemerintah, lokasi akan didesain oleh desainer yang baik.

"Tapi itu urusan negara lah," ujarnya.

Isran tidak menyebut apakah penawaran tersebut sudah disetujui oleh pemerintah pusat. Namun, ia mengatakan Jokowi sempat bertandang ke sana pada Juni lalu. Kala itu, Isran berhalangan hadir dan tidak mendampingi Jokowi.

"Sudah dicek oleh Pak Presiden. Bulan Juni kalau tidak salah tanggal 6. Saya tidak hadir karena saya ke Colombia," tambahnya.



Pemerintah tampaknya sudah bulat akan menggeser Ibu Kota keluar dari Pulau Jawa. Pasalnya, dalam bab arah kebijakan dan strategi pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, dengan jelas disebut bahwa pengembangan rencana pemindahan ibukota ke luar Pulau Jawa di posisi yang lebih seimbang secara spasial dan ekonomi.

Pemerataan ekonomi memang menjadi isu penting dibalik pemindahan Ibu Kota. Sudah terlalu lama pembangunan Indonesia terpusat di Pulau Jawa.



(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading