Proyek Tanggul Tol Semarang-Demak Rawan Bahaya

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
19 July 2019 18:17
Proyek tanggul tol di Semarang-Demak punya risiko dalam pengerjaannya dari kondisi alam.
Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengingatkan agar jangan sampai terjadi kecelakaan kerja dalam proyek Tol Semarang-Demak. Apalagi, proyek ini bakal tercatat dalam sejarah sebagai tol pertama yang terintegrasi dengan tanggul laut.

Demikian disampaikan Kepala BPJT Kementerian PUPR, Danang Parikesit.


"Proyek ini sebenarnya unik, karena dia melingkupi ada ruang porsinya pemerintah yaitu berkaitan dengan pelaksanaan tanggul laut. Ini pertama kali tanggul laut berintegrasi dengan jalan tol," ungkapnya di kantornya, Jumat (19/7/2019).



Kecelakaan kerja di proyek Tol Bogor Outer Ring Road (BORR) beberapa waktu lalu dan serangkaian kecelakaan konstruksi beberapa tahun terakhir harus jadi pelajaran agar tak terulang. Terlebih, PT PP yang kini bertindak sebagai lead konsorsium proyek Tol Semarang-Demak, juga terlibat dalam pembangunan Tol BORR.

"Saya mohon ini jadi perhatian penting, apalagi tanggulnya cukup tinggi. Termasuk di dalamnya kondisi tanah lunak yang barangkali perlu lebih baik untuk penelitian yang mendalam," imbuh Danang.

Di sisi lain, dia berharap PP yang berkolaborasi dengan Wijaya Karya (WKA) mampu mengerjakan proyek ini dengan baik. Nama baik dua perusahaan pelat merah menjadi taruhannya.

"PP dan WIKA sebagai BUMN yang punya kemampuan tinggi dalam teknologi konstruksi kita harapkan ini karya nyata. Teknologi ini saya kira penting untuk kita pelajari sebagai karya bangsa," tandasnya.




Tak lupa, dia juga meminta tenaga ahli dalam negeri mendapat porsi lebih dalam proyek ini. Danang menilai, banyak orang Indonesia yang punya kompetensi tinggi dan tak kalah bersaing dengan engineer asing.

"Meski ini sepenuhnya diserahkan pada 3 kontraktor, tapi kita mau melibatkan tenaga ahli konstruksi Indonesia untuk bisa men-support kegiatan ini," pungkasnya.



Jalan Tol Semarang-Demak direncanakan memiliki empat simpang susun yaitu SS Kaligawe, SS Terboyo, SS Sayung dan SS Demak. Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sudah menetapkan Konsorsium PT PP (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk dan PT Misi Mulia Metrical sebagai pemenang lelang proyek Tol Semarang-Demak.

Penetapan itu berdasarkan surat keputusan Nomor PB.02.01-Mn/1347 perihal Penetapan Pemenang Pada Pelelangan Pengusahaan Jalan Tol Semarang-Demak yang Terintegrasi Dengan Pembangunan Tanggul Laut Kota Semarang. Surat itu diteken per 17 Juli 2019. Targetnya proyek tol sepanjang 27 km ini selesai pada 2021.
Artikel Selanjutnya

Tol Tanggul Laut Pantura 27 Km Lagi Dibangun, Ini Updatenya


(hoi/hoi)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading