Tanjung Priok Beroperasi 24 Jam 7 Hari Sepekan, Memang Bisa?

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
08 July 2019 20:55
Saat ini Pelabuhan Tanjung Priok belum beroperasi 24 jam 7 hari dalam sepekan.
Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala Otoritas Pelabuhan Utama Tanjung Priok, Hermanta, mengaku bahwa layanan 24 jam belum banyak dimanfaatkan pengguna jasa. Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi bilang saat ini layanan 24 jam masih sebatas 5 hari, belum sampai 7 hari dalam sepekan.

"Pak Menteri Perhubungan itu berjuang keras supaya perilaku masyarakat pengguna jasa pelabuhan itu berubah," ungkapnya kepada CNBC Indonesia, Senin (8/7/2019).

Ia menegaskan bahwa pemerintah bersama instansi terkait sudah siap memberikan pelayanan. Seharusnya, hal ini bisa dimanfaatkan sehingga mekanisme pelayanan bisa berjalan dengan lancar dan tidak ada gap waktu dimana pengurusan ekspor-impor hanya pada hari-hari tertentu yang menjadi kebiasaan di pelabuhan.



"Ini hanya proses yang kita harapkan sosialisasi bersama dalam hal ini tentunya dari pihak operator itu nanti didiskusikan," katanya.

"Kemarin sudah disampaikan ke pak menteri bahwa apa yang kita lakukan sudah sangat baik pak, hanya butuh sosialisasi dan waktu. Tentunya perubahan perilaku ini kan membutuhkan waktu," lanjutnya.

Dia meyakini, dalam waktu dekat, seiring upaya yang dilakukan pemerintah perilaku eksportir akan berubah dan masyarakat memanfaatkan kebijakan pemerintah. Dengan begitu akan terjadi peningkatan kegiatan ekspor-impor di wilayah pelabuhan.

Perubahan perilaku eksportir memang menjadi sorotan. Dia menyebut bahwa ada pola pikir yang sudah terlanjur terbentuk bahwa hari Sabtu dan Minggu adalah hari libur.



"Sudah terbentuk mindset kita bahwa Sabtu-Minggu libur. Sementara ada sektor-sektor pada kondisi Sabtu-Minggu ekspor-impor tidak berhenti dalam rangka meningkatkan perekonomian negara, sebagaimana yang diharapkan presiden Jokowi bahwa ekspor impor Indonesia meningkat agar mewujudkan kesejahteraan rakyat," katanya. 

Meski masih sepi peminat, layanan 24 jam non-stop selama 7 hari dalam sepekan tetap dilanjutkan. Bahkan, pihaknya tetap menyiagakan personel di jam istirahat.


"Jangankan Sabtu-Minggu, kami selaku otoritas pelabuhan, waktu jam istirahat pun kita kendalikan. Jam 12.00-13.00 dan 18.00-19.00 itu diatur shift jaga. Sehingga sebenarnya yang dikatakan istirahat kita sebenarnya tidak istirahat karena ada pergantian shift jaga. Selalu ada yang standby," katanya.
(hoi/hoi)
Terpopuler
    spinner loading
Baca Juga
Features
    spinner loading