Vietnam Untung Banyak dari Perang Dagang AS-China, Indonesia?

News - Wahyu Daniel, CNBC Indonesia
08 July 2019 07:03
Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China melemahkan perekonomian dunia.
Jakarta, CNBC Indonesia - Perang dagang yang terjadi antara Amerika Serikat (AS) dan China melemahkan perekonomian dunia. Perekonomian dua negara yang bertikai ini juga melambat pertumbuhannya.

AS dan China saling balas membalas serangan dagang lewat kenaikan bea masuk barang impor. Ekspor barang dari China ke AS, dan juga sebaliknya dari AS ke China tak lancar lagi.

Tapi ada negara yang berhasil memanfaatkan kondisi ini. Negara itu adalah Vietnam.


Beberapa ekonom dari bank investasi Jepang Nomura mengatakan, karena perang dagang, para importir di AS dan China memiih membeli barang dari negara lain, untuk menghindari bea masuk tinggi.

Nomura menyatakan, Vietnam untung banyak dari perang dagang dibanding Indonesia, karena tingginya kemiripan produk ekspor Vietnam dengan China. Sehingga importir di AS akan mengalihkan impor dari China ke Vietnam.

Data Nomura yang dihimpun oleh Bank Indonesia (BI) mengatakan, ekspor produk telepon selular Vietnam ke AS meningkat tajam selama perang dagang terjadi. Ekspor telepon selular Vietnam ke AS ini mencapai 5,7% dari PDB Vietnam.



Sedih memang, karena Indonesia tidak bisa memanfaatkan perang dagang ini untuk meningkatkan ekspornya. Malah ekspor Indonesia tercatat turun, karena memang masih banyak mengandalkan komoditas. Sementara harga komoditas turun akibat melemahnya ekonomi China, sebagai salah satu pembeli terbesar komoditas dunia.

Pada periode Januari-Mei 2019, investasi China ke Vietnam meningkat tajam, mencapai US$ 1,6 miliar (naik 456% yoy) dari US$ 280,9 juta di periode yang sama tahun lalu. Bahkan lebih tinggi dari investasi China ke Vietnam sepanjang 2018.

Perang dagang membuat China menggeser posisi Jepang, Korea Selatan, dan Singapura sebagai investor utama di Vietnam.

Investasi asing yang masuk ke Vietnam memang mayoritas untuk sektor manufaktur.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara, mengatakan Vietnam menjadi destinasi favorit investor China di tengah perang dagang karena Vietnam secara geografis dekat dengan China,

"Kemudian Vietnam juga memiliki fasilitas GSP, serta bilateral trade dan Investment Framework Agreement dengan AS sejak 1994," ujar Mirza di Bali, akhir pekan lalu.

Meski demikian, sempat muncul beberapa kasus. Misalnya barang yang diekspor Vietnam ke AS adalah barang asal China. Aksi itu dilakukan untuk menghindari tarif tinggi barang ekspor asal China ke AS.

[Gambas:Video CNBC]
(wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading