Pertamina Mulai Ganti Pipa di Blok Rokan, Target Selesai 2020

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
28 May 2019 14:31
Pertamina Mulai Ganti Pipa di Blok Rokan, Target Selesai 2020
Jakarta, CNBC Indonesia- PT Pertamina (Persero) telah menugaskan subholding gas yakni PT PGN Tbk (PGAS) dan Pertagas untuk mulai menggarap penggantian pipa-pipa lama dan tua di Blok Rokan.

Direktur Infrastruktur dan Teknologi PGN Dilo Seno Widagdo menuturkan, saat ini pihaknya tengah melakukan penyusunan standar teknik atau Front End Engineering Design (FEED).




"Sedang dalam tahap penyusunan FEED," ujar Dilo saat dihubungi Selasa (28/5/2019).

Ditemui di kesempatan terpisah, Direktur Komersial PGN Danny Praditya menuturkan, memang saat ini proses pengerjaan fisik belum dilakukan sebab masih dalam pembahasan internal. 

"Sedang proses finalisasi nanti strukturnya seperti apa, ya kan penugasannya dari Pertamina kemudian diserahkan ke PGN dan Pertagas," ujar Danny saat ditemui di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Danny menilai, pengerjaan pipa tersebut bisa selesai paling tidak di tahun depan atau 2020, sebab pengerjaannya tidak sulit dilakukan. Ia pun meyakinkan, penggantian pipa ini tidak akan mengganggu produksi Blok Rokan, karena pihaknya akan membangun pipa baru terlebih dahulu baru kemudian membongkar pipa lama.

"Produksi jalan terus, yang eksisting sekarang kan masih bisa digunakan, tapi mengenai ketahanan, keamanan, integritas itu perlu dipertimbangkan," kata Danny.

Adapun, sebelumnya, Senior Vice President Policy and Government and Public Affairs Chevron Pacific Indonesia (CPI) Wahyu Budiarto mengungkapkan, diperlukan waktu yang cukup lama untuk mengganti pipa karena harus membongkar jalan utama di sekitar Blok Rokan yang bisa menimbulkan masalah sosial.

Untuk itu, begitu Pertamina ditunjuk sebagai kontraktor di Blok Rokan, pihaknya sudah mengusulkan untuk segera dilakukan penggantian pipa tua dan lama.

"Jangan sampai terlambat bangunnya, kalau baru 2021 baru bisa jadi 2026-2027. Kami sebagai kontraktor besar juga tidak mau pasca kami tinggalkan malah jadi bermasalah, kan nama kami juga yang jadi taruhan," katanya.

Ia mengakui, karena butuh waktu lama tersebut menjadi alasan mengapa Chevron urung mengganti pipa di Blok Rokan. Sebabnya, kontrak Chevron di Blok Rokan juga akan segera berakhir pada 2021, sehingga dengan kontrak bagi hasil cost reocovery tidak memungkinkan untuk mengganti pipa di Blok Rokan karena memerlukan proses yang panjang. 

Chevron memproyeksi penggantian pipa minyak di Blok Rokan memerlukan waktu tiga hingga lima tahun. Apalagi pipa yang diganti cukup panjang hingga 200 kilometer (km). "Pipanya panjang dan operasi tidak boleh berhenti. Perlu ada pipa pengganti," pungkas Budi. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading