Perundingan Dagang AS-China Terancam Tanpa Hasil?

News - Roy Franedya, CNBC Indonesia
18 May 2019 07:00
Perundingan Dagang AS-China Terancam Tanpa Hasil?
Jakarta, CNBC IndonesiaNegosiasi antara AS dan China terancam terhenti atau mandek karena kedua belah pihak tidak mampu menyelesaikan perselisihan yang terjadi awal bulan ini.

Penjadwalan perundingan putaran berikutnya menjadi tidak menentu karena tidak jelas apa yang akan dinegosiasikan kedua pihak, ujar dua sumber CNBC International, seperti dikutip Sabtu (18/5/2019).

Minggu ini, kedua negara dengan ekonomi terbesar di dunia ini berusaha menunjukkan posisi masing-masing. China berusaha menopang nilai tukarnya, mengurang pesanan daging babi AS dan pemerintah mengeluarkan nada pembicaraan yang bersifat nasionalis.


Sementara AS memasukkan teknologi China dan Huawei serta afiliasinya dalam daftar hitam dan melarang untuk membeli perangkat dan komponen dari perusahaan AS jika tidak mendapatkan restu dari AS.


China telah mengundang delegasi AS ke Beijing, dan awal minggu ini, Menteri Keuangan Steven Mnuchin tampak terbuka untuk menerima tawaran itu. Tetapi sumber CNBC mengatakan diskusi penjadwalan belum terjadi sejak pemerintahan Trump meningkatkan pengawasannya terhadap perusahaan telekomunikasi China.

Gedung Putih, Kantor Perwakilan Perdagangan AS dan Departemen Keuangan tidak segera menanggapi permintaan komentar.

Bursa Saham turun setelah laporan diskusi perdagangan terhenti. Tiga indeks utama AS semuanya ditutup di zona merah pada perdagangan Jumat (17/5/2019).

Perundingan Dagang AS-China Terancam Tanpa Hasil?Foto: Infografis/Perang Dagang/Edward Ricardo

Presiden Donald Trump mengatakan dua ekonomi terbesar dunia itu mendekati perjanjian perdagangan sebelum China mundur.

"Kami sebenarnya memiliki kesepakatan dan mereka melanggarnya, oke?" Presiden mengatakan kepada National Association of Realtors.

Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri China mengatakan bahwa Cina lebih memilih untuk menyelesaikan perselisihan melalui dialog. Dua presiden negara telah komunikasi, kata jurubicara China, tetapi AS telah "tidak tulus" dalam berunding.

"Kata-kata harus dicocokkan dengan perbuatan," kata juru bicara Lu Kang pada briefing harian.

Bereaksi terhadap tindakan AS pada Huawei, Kementerian Perdagangan China mengatakan, "Kami dengan tegas menentang tindakan negara mana pun untuk menjatuhkan sanksi sepihak terhadap entitas China berdasarkan undang-undang domestiknya, dan menyalahgunakan tindakan kontrol ekspor sambil membuat [alasan] 'keamanan nasional' catch-all phrase. Kami mendesak AS untuk menghentikan praktiknya yang salah."

Pekan lalu, AS menaikkan tarif barang-barang Cina senilai US$ 200 miliar. China membalas dengan menaikkan bea atas produk-produk Amerika US$60 miliar.

Simak video dampak perang dagang bagi Indonesia di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC]


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading