Selain China, UE sampai Jepang Ditantang Trump Perang Dagang

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
14 May 2019 14:51
China

China

Beijing melepaskan serangan terbaru dalam konflik ekonominya, Senin, dengan menaikkan tarif impor atas barang-barang AS senilai US$60 miliar hingga 25%. Balasan itu diluncurkan China setelah pemerintahan Trump menaikkan bea masuk atas produk-produk China senilai US$200 miliar.

Pemerintahan Trump telah mengenakan tarif impor pada barang-barang China senilai US$250 miliar sejauh ini. Sementara China telah mengenakan bea atas berbagai produk dari Amerika Serikat senilai US$110 miliar.



Namun, konflik itu masih dapat meluas ke lebih banyak sektor setelah China membalas. Trump telah mengancam akan mengenakan tarif 25% atas barang-barang China senilai US$ 325 miliar yang masih belum dikenai bea masuk. Dia mengatakan, Senin, bahwa dirinya belum memutuskan apakah akan menerapkan bea masuk itu.


Trump berharap bea impor akan mampu memaksa China mencapai kesepakatan dagang. Tetapi semakin lama konflik berlanjut, justru semakin merugikan konsumen dan bisnis Amerika. Para petani, yang merupakan pendukung politik utama Trump, telah menderita akibat menurunnya harga panen yang sebagian disebabkan oleh perang dagang.

"Sentimen di negara pertanian semakin suram dari hari ke hari. Kesabaran kami berkurang, keuangan kami sulit, dan tekanan dari berbulan-bulan hidup dengan konsekuensi dari tarif ini semakin meningkat," kata John Heisdorffer, ketua American Soybean Association, dalam sebuah pernyataan, Senin.

Pemerintahan Trump masih berharap dapat menyelamatkan perjanjian perdagangan. Pada hari Senin, Trump mengatakan dia akan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping pada pertemuan G-20 di Jepang bulan depan. Menteri Keuangan Steven Mnuchin juga mengatakan kepada CNBC bahwa pembicaraan dagang dengan China sedang berlangsung.


BERLANJUT KE HALAMAN 3


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading