Tarif Batas Atas Turun, Maskapai tak Patuh Akan Dihukum?

News - Lidya Julita Sembiring, CNBC Indonesia
14 May 2019 08:19
Tarif Batas Atas Turun, Maskapai tak Patuh Akan Dihukum?
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah mengumumkan menurunkan tarif batas atas (TBA) angkutan udara penumpang hingga 12%-16%, Senin (13/5/2019). Penurunan ini dilakukan karena pemerintah menilai harga tiket pesawat saat ini sudah naik terlalu tinggi.

Penurunan ini akan dirilis dalam Surat Keputusan (SK) Menteri Perhubungan yang diharapkan bisa selesai dalam dua hari ke depan mengingat Lebaran sudah dekat.

Dengan adanya penyesuaian TBA ini, pemerintah berharap harga tiket pesawat bisa turun. Sedangkan sanksi bagi maskapai yang tidak mengikuti surat keputusan nantinya masih akan dibicarakan.


"Nanti lah kita bicarakan ya," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di kantornya, Jakarta, Senin (13/5/2019) malam.


Meski begitu, penyesuaian TBA ini hanya berlaku bagi maskapai full service, seperti Garuda dan Batik Air. Sedangkan untuk maskapai berbiaya murah atau low-cost carrier (LCC), seperti Lion Air dan Citilink, sifatnya hanya berupa imbauan agar menyesuaikan harga sekitar 50% dari TBA baru.

"Kita tetapkan batas range 12%-16% dan ini hanya diperuntukkan untuk pesawat jet, tidak termasuk propeler," jar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat konferensi pers di Kemenko Perekonomian.

"Kami juga ingin mengimbau ke maskapai LCC untuk menyesuaikan tarif dan paling tidak memberikan ruang tarif yang harganya 50% dari TBA sehingga masyarakat bisa dapat tarif relatif terjangkau," tambahnya. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading