Nasib Perjanjian Dagang AS-China Diumumkan 2 Pekan Lagi

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
01 May 2019 07:50
Nasib Perjanjian Dagang AS-China Diumumkan 2 Pekan Lagi
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mendapatkan kepastian mengenai penandatanganan atau pembatalan kesepakatan dagang dengan China dalam dua pekan mendatang, kata Kepala Staf Gedung Putih Mick Mulvaney, Selasa (30/4/2019).

Saat ditanya mengenai pernyataan Menteri Keuangan Steven Mnuchin bahwa Gedung Putih dapat mengumumkan perjanjian dengan China dalam dua pekan mendatang, penasihat Trump itu menjawab "Saya rasa itu cukup adil."

Nasib Perjanjian Dagang AS-China Diumumkan 2 Pekan LagiFoto: Wakil Perdana Menteri China Liu He (tengah) berbicara dengan Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin (kanan) dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer (kiri) di Guesthouse Negara Diaoyutai di Beijing (29/3/2019). (Nicolas Asfouri / Pool via REUTERS)

"Seseorang bertanya kepada saya berapa lama negosiasi ini akan berlangsung dan saya tidak punya jawaban spesifik," ujarnya di Milken Institute Global Conference, dilansir dari CNBC International.


"Perundingan ini tidak akan berjalan selamanya. Saya rasa pada satu titik negosiasi Anda akan menyadari: 'Baiklah, kita sudah semakin dengan kesepakatan jadi kita akan terus berunding.' Di lain pihak, Anda bisa saja menyerah dan mengatakan 'ini tidak akan berhasil.'" ujarnya.


"Saya rasa Anda akan tahu situasi mana yang terjadi dalam dua pekan ke depan," kata Mulvaney. "Saya rasa itu mungkin adil."

Gedung Putih telah mendesak China untuk memperbaiki hubungan dagangnya dengan AS dan menyelesaikan beberapa isu, seperti lebarnya selisih neraca dagang, pencurian kekayaan intelektual, dan alih teknologi paksa.

Mulvaney menegaskan bahwa AS tidak akan menerima isi perjanjian dengan China yang tidak menguntungkannya.

Mnuchin dan Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer tengah melangsungkan putaran perundingan dagang yang baru di Beijing mulai Selasa. Pekan depan, Wakil Perdana Menteri China Liu He dijadwalkan berkunjung ke Washington untuk melanjutkan pembicaraan. (prm/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading