Internasional

Ini Peluang AS Kalahkan China di Perang Dagang: Flu Babi

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
24 April 2019 12:27
Ini Peluang AS Kalahkan China di Perang Dagang: Flu Babi
Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis flu babi Afrika yang memburuk di China dapat memberi Amerika Serikat (AS) keunggulan atas negara itu saat kedua negara tengah mencoba menuntaskan perjanjian perdagangannya, kata seorang analis di Bank of America Merrill Lynch.

China, yang merupakan rumah bagi sekitar setengah dari populasi babi dunia dan konsumen daging babi terbesar, baru-baru ini telah dihantam oleh wabah flu babi Afrika. Penyakit ini disebabkan oleh sebuah virus yang tidak ada obat atau vaksinnya.

Menurut pemerintah China, wabah tersebut telah menyebabkan lebih dari satu juta babi dimusnahkan. Flu ini tidak berbahaya bagi manusia tetapi mematikan dan menular pada babi.


Kondisi ini dapat membuat harga daging babi melonjak lebih tinggi yang akan menekan konsumen China dan dapat memaksa negara itu melunak dalam negosiasi dengan AS, tulis analis Ross Gilardi dalam sebuah catatan kepada klien.


"Kami tidak yakin apakah pasar menghargai bagaimana memburuknya epidemi demam babi Afrika yang melanda populasi babi China yang besar dapat memaksa China berkompromi dalam perang dagang," kata Gilardi.

"Ancaman yang berkembang adalah inflasi harga daging babi yang merajalela bagi masyarakat, yang memberi lebih banyak tekanan pada China agar tidak menaikkan 62% bea impor daging babi AS, meskipun impor daging babi AS sudah naik tajam dibandingkan sebelum perang perdagangan," tambahnya, dilansir dari CNBC International, Rabu (24/04/2019).

Futures daging babi telah naik 52,4% tahun ini dan merupakan salah satu komoditas dengan kinerja terbaik pada 2019. Satu-satunya komoditas yang mengunggulinya adalah RBOB gasoline, yang naik sekitar 60% tahun ini. Sementara itu, S&P 500 hanya naik sekitar 16,4% tahun ini.

Ini Peluang AS Kalahkan China di Perang Dagang: Flu BabiFoto: Infografis, Arie Pratama

Para pejabat AS dan China baru-baru ini mengindikasikan bahwa kedua belah pihak mendekati kesepakatan perdagangan.

Awal bulan ini, Wakil Perdana Menteri China Liu He mengatakan kesepakatan baru telah dicapai dalam perundingan. Pada Maret, Menteri Keuangan Steven Mnuchin mengatakan kedua negara telah melakukan pembicaraan perdagangan yang "konstruktif".

Tetap saja, krisis flu babi Afrika "tampaknya melemahkan" China dan "juga bisa membuatnya melonggarkan pembatasan kedelai AS, yang akan membantu petani AS, dan baik untuk permintaan peralatan," kata Gilardi. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading