Pilpres Kelar, Harga Baru Rumah Subsidi Segera Dirilis

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
22 April 2019 14:03
Saat ini, proses harmonisasi aturan tersebut sudah rampung dan tinggal menunggu tanda tangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Jakarta, CNBC Indonesia - Aturan baru harga rumah tapak bersubsidi untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bakal terbit dalam waktu dekat. Saat ini, proses harmonisasi aturan tersebut sudah rampung dan tinggal menunggu tanda tangan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Kita tunggu proses administrasi, tinggal penandatanganan saja," kata Direktur Jenderal Pembiayaan Infrastruktur Pekerjaan Umum dan Perumahan Kementerian PUPR Eko Heripoerwanto di Gedung Pewayangan Kautaman, Jakarta, Senin (22/4/2019).

Nantinya, regulasi itu berupa Peraturan Menteri Keuangan (PMK). Sebelumnya, rancangan PMK itu telah melalui proses harmonisasi di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).


Aturan yang akan menjadi dasar untuk pembebasan pajak itu dijadwalkan terbit pada April 2019. Adapun rentang harga baru tidak jauh dari yang diusulkan Kementerian PUPR beberapa waktu lalu.

"Kurang lebih sama dengan yang kemarin. Kan sudah pernah disampaikan kira-kira naik 3,5% - 7,7%," tandasnya.



Berikut usulan kenaikan batas atas rumah tapak bersubsidi untuk MBR:
1. Jawa (kecuali Jabodetabek)
Harga jual 2018: Rp 130 juta
Kenaikan diusulkan 7,69%

2. Sumatera (kecuali Kep Riau, Bangka Belitung, Kep Mentawai)
Harga jual 2018: Rp 130 juta
Kenaikan diusulkan 7,69%

3. Kalimantan (kecuali Kabupaten Murung Raya dan Kabupaten Mahakam Ulu)
Harga jual 2018: Rp 142 juta
Kenaikan diusulkan 7,75%

4. Sulawesi
Harga jual 2018: Rp 136 juta
Kenaikan diusulkan 7,35%

5. Maluku dan Maluku Utara
Harga jual 2018: Rp 148,5 juta
Kenaikan diusulkan 6,4%

Pilpres Kelar, Harga Baru Rumah Subsidi Segera DirilisFoto: Muhammad Luthfi Rahman


6. Bali dan Nusa Tenggara (kecuali Kab Alor dan Sabu Raijua)
Harga jual 2018: Rp 148,5 juta
Kenaikan diusulkan 6,4%

7. Papua dan Papua Barat
Harga jual 2018: Rp 205 juta
Kenaikan diusulkan 3,41%

8. Bangka Belitung, Kep Mentawai, Kep Riau (kecuali Kep Anambas)
Harga jual 2018: Rp 136 juta
Kenaikan diusulkan 7,35%

9. Jabodetabek, Kep Anambas, Kab Alor, Kab Sabu Raijua, Kab Murung Raya, Kab Mahakam Ulu
Harga jual 2018: Rp 148,5 juta
Kenaikan diusulkan 6,51%

Eko Heripoerwanto memastikan, kenaikan yang bakal ditetapkan merupakan nilai tengah antara usulan pengusaha dan potensi daya beli masyarakat. Artinya, dia tak memungkiri bahwa tidak semua keinginan pengembang dikabulkan.

"Tidak 100% ya, kita mencari jalan tengah yang terbaiklah. Kalau mengikuti pengembang semuanya kan kasian juga masyarakat berpenghasilan rendah tidak bisa affordable," pungkasnya.

Simak video terkait rumah subsidi di bawah ini.

[Gambas:Video CNBC]
(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading