Penas Jadi Induk Holding Penerbangan, Perusahaan Apa Itu?

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
12 April 2019 08:30
Penas Jadi Induk Holding Penerbangan, Perusahaan Apa Itu? Foto: Infografis/Rencana Holding Penerbangan/Arie Pratama
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah berencana untuk membentuk holding BUMN sektor penerbangan. Dengan adanya konsep holding, diharapkan dapat tercipta sinergi dan nilai tambah kepada perusahaan, sehingga dapat menjalankan usaha dengan lebih optimal.

Ini karena Indonesia diprediksi akan menjadi pasar penerbangan terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2037, naik dari posisi ke-8 di tahun 2017.



Menanggapi hal ini, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menuturkan, akan mulai membahas rencana pembentukan holding BUMN penerbangan. Dia mengaku telah menerima draf usulan dari Kementerian BUMN dan akan membahasnya hari ini.


"Hari ini saya akan bahas tentang itu dan saya akan minta pendapat teman-teman," kata Budi Karya ketika ditemui di kantornya, Kamis (11/4/2019).

Lalu, siapa yang akan jadi induk holding-nya kelak?

Adalah PT Survai Udara Penas (Penas) yang disebut-sebut akan menjadi induk usaha dari holding BUMN sektor penerbangan tersebut. Kabar ini dikonfirmasi dari hasil kajian PT PricewaterhouseCooper Consulting Indonesia (PwC).

Diketahui PwC mendapat mandat dari kementerian BUMN untuk membuat kajian atas rencana pembentukan Holding BUMN Penerbangan.

Penas Jadi Induk Holding Penerbangan, Perusahaan Apa Itu?Foto: Infografis/Rencana Holding Penerbangan/Arie Pratama

Mungkin sebagian besar masyarakat Indonesia belum tahu banyak mengenai Penas, bahkan mendengar namanya saja agaknya juga banyak yang belum pernah.

Asal tahu saja, Penas merupakan salah satu BUMN yang lahir pada 31 Mei 1961. Kelahiran penas pada awalnya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan foto udara dan peta bagi kalangan militer. Namun, seiring dengan peningkatan permintaan, unit bisnis Penas merambah kalangan sipil.

Berdasarkan dokumen "Profil Perusahaan BUMN Indonesia" yang dirilis Kementerian BUMN pada tahun 2017, total aset yang dimiliki Penas pada tahun 2018 hanya senilai Rp 49 miliar. Sangat kontras dengan nilai total aset BUMN terbesar, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang mencapai Rp 1.200 triiun.

Pun dibandingkan dengan total aset milik PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang mencapai Rp 57 triliun, aset Penas seakan hanya butiran debu. Hanya 0,09%. Pendapatan Penas pada 2016 juga sangat kecil, hanya Rp 4 miliar saja. Itu pun perusahaan masih harus mencatat rugi bersih sebesar Rp 19 miliar.

Sedangkan, dari sisi karyawan, di tahun yang sama tercatat Penas hanya memiliki karyawan sebanyak 24 orang.



Saat ini Penas memiliki kantor yang beralamat di Puri Sentra Niaga Blok B/36 Jalan Kalimalang, Jakarta Timur. Bangunan yang menjadi tempat aktivitas manajemen perusahaan itu terlihat sudah mulai berumur.

Jika benar nantinya akan menjadi induk usaha, agaknya Penas seperti kejatuhan durian runtuh. Sebab, tidak dipungkiri, kelak asetnya akan meningkat, pendapatan akan meroket.


Saksikan video mengenai pembentukan holding penerbangan berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading