Menguak Rencana Holding Penerbangan: Garuda sampai AirNav

News - Taufan Adharsyah, CNBC Indonesia
11 April 2019 07:47
Menguak Rencana Holding Penerbangan: Garuda sampai AirNav
Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mengkaji pembentukan induk usaha (Holding) BUMN sektor penerbangan. Dengan adanya konsep Holding, nantinya ada perusahaan induk yang memiliki kendali atas anak usahanya.

Harapan terbentuknya Holding adalah terciptanya sinergi dan nilai tambah kepada perusahaan, sehingga dapat menjalankan usaha dengan lebih optimal. Pasalnya, Indonesia diprediksi akan menjadi pasar penerbangan terbesar ke-5 di dunia pada tahun 2037, naik dari posisi ke-8 di tahun 2017.

Sumber: PwC



Dalam hal ini, Kementerian BUMN menunjuk konsultan strategi yaitu PT PricewaterhouseCoopers Consulting Indonesia (PwC) untuk menyusun kajian tersebut. Dalam kajian PwC, ternyata ada enam BUMN yang akan menjadi anggota holding, yaitu:

PT Survai Udara Penas (Penas), rencananya akan ditempatkan sebagai perusahaan induk sementara lima BUMN lain menjadi anak usahanya.

Penas merupakan BUMN yang 100% dimiliki oleh pemerintah RI yang bergerak di bidang survei udara, seperti foto udara, pemetaan fotografimetri. Ada pula layanan yang flight charter dan hujan buatan.

Layanan Penas biasanya digunakan oleh kalangan militer untuk kepentingan pertahanan Indonesia.

PT Pelita Air Services (Pelita Air), merupakan maskapai yang 99.99% dimiliki oleh PT Pertamina sedangkan 0,01% lainnya dimiliki oleh PT Pertamina Dana Ventura.

Pelita Air diketahui memiliki jasa charter dan perawatan pesawat. Pelita Air memiliki peran yang penting baik dalam kegiatan operasi di hulu maupun hilir, seperti transportasi ke wilayah off-shore, pendistribusian BBM di wilayah perbatasan, sampai dengan pengiriman kargo pada saat terjadi bencana

PT Angkasa Pura I (AP I), merupakan perusahaan operator 13 bandar udara (bandara) di wilayah Indonesia tengah dan timur. Perusahaan ini juga memiliki sejumlah anak perusahaan di berbagai bidang usaha, seperti perhotelan, logistik, retail, dan properti.

Bandara ternama yang dioperasikan oleh AP I diantaranya adalah Bandara I Gusti Ngurah Rai (Bali) dan Bandara Adisutjipto (Yogyakarta). Kepemilikan pemerintah Indonesia atas AP I diketahui mencapai 100%.

Sumber: PwC


PT Angkasa Pura II (AP II), merupakan perusahaan yang 100% dimiliki oleh pemerintah RI dan mengoperasikan 16 bandara di wilayah Indonesia tengah dan barat. Selain sebagai operator bandara, AP II juga memiliki sejumlah anak perusahaan di bidang transportasi kargo, manajemen fasilitas bandara, dan properti.

Bandara Soekarno Hatta (Jakarta), Kuala Namu (Medan), dan Husein Sastranegara (Bandung) merupakan beberapa bandara yang dikelola oleh AP II.

PT Garuda Indonesia Tbk (Garuda), merupakan maskapai penerbangan komersial yang telah melantai bursa. Kepemilikan pemerintah Indonesia atas Garuda adalah sebesar 60,5% sementara 25,6% di antaranya dimiliki oleh PT Trans Airways, sedangkan masyarakat umum memiliki saham garuda sebesar 13,9%.

Garuda juga tercatat memiliki beberapa perusahaan maskapai penerbangan seperti Citilink dan Sriwijaya Air. Tak melulu soal penerbangan, si Buntut Biru juga memiliki anak perusahaan yang bergerak di bidang perhotelan, travel agent, logistik, bahkan klinik kesehatan.

Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav), merupakan satu-satunya perusahaan yang ditugaskan oleh pemerintah untuk memberikan layanan navigasi penerbangan di seluruh wilayah Indonesia (Air Traffic Service/ATS).

Selain itu, AirNav juga melayani telekomunikasi penerbangan, informasi aeronautika, informasi dan meteorologi penerbangan. Asal tahu saja, setiap pesawat yang akan melintasi wilayah udara NKRI harus berkomunikasi dengan AirNav.


TIM RISET CNBC INDONESIA


(taa/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading