Sudah Berganti Tahun, Nasib Blok Corridor Masih Dievaluasi

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
28 March 2019 16:51
Sudah Berganti Tahun, Nasib Blok Corridor Masih Dievaluasi
Jakarta, CNBC Indonesia - Sudah berganti tahun tetapi nasib blok Corridor belum menemui kejelasan, begitu pun dengan Blok Jabung. Semestinya siapa kontraktor yang akan mengoperasikan blok-blok terminasi 2023 tersebut sudah diputuskan November 2018.

"Belum, masih kami evaluasi. Tinggal blok Corridor dan Jabung saja kan," ujar Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar, saat dijumpai di Kementerian ESDM, Jakarta, Kamis (28/3/2019) ketika ditanyai soal blok-blok terminasi 2023 tersebut.

Sebenarnya, ada tiga blok migas yang habis kontraknya (terminasi) pada 2023 mendatang. Jadi, selain Blok Jabung dan Blok Corridor, ada juga Blok Rimau. Namun, nasib blok Rimau lebih beruntung dibandingkan kedua blok lainnya, sebab blok Rimau telah diputuskan jatuh ke tangan operator eksisting yaitu PT Medco E&P Indonesia.




Adapun, sebelumnya, Kepala SKK Migas, Dwi Soetjipto, menjelaskan Blok Corridor dan Blok Jabung masih dievaluasi. Para operator eksisting pun sudah mengajukan proposal agar kontraknya diperpanjang. Dwi menargetkan nasib kedua blok ini diputuskan awal tahun depan.

"Masih (evaluasi). SKK Migas dan Kementerian ESDM kan akan membawa pandangan bagi pemerintah, nah mereka pandangan dari investor, kan pasti ada titik temunya. Jabung masih kita review, peminatnya utama PetroChina (operator eksisting)," kata dia.

Sebagai informasi, saat ini kontraktor blok Jabung adalah PetroChina yang juga operator (27,85%), Petronas Carigali (27,85%), PHE Jabung (14,28%) dan PT PP Oil & Gas (30%). Sedangkan untuk blok Corridor sampai saat ini masih dikelola oleh ConocoPhillips.

Per Semester I-2018, produksi gas Blok Corridor mencapai 841 MMSCFD, hanya kalah dari Blok Mahakam (916 MMSCFD) dan Tangguh (1.049 MMSCFD). Blok Jabung juga masuk 10 besar dalam produksi minyak maupun gas. Blok yang dioperasikan oleh BUMN perminyakan China ini menghasilkan minyak 14.302 BOPD dan gas 158 MMSCFD. (wed/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading