Demi Pasokan Sawit B20, Pertamina Gandeng RNI dan PTPN III

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
19 March 2019 14:39
Demi Pasokan Sawit B20, Pertamina Gandeng RNI dan PTPN III
Pekanbaru, CNBC Indonesia- Pertamina, RNI dan PTPN III menandatangani Nota Kesepahaman terkait kerja sama penyediaan bahan baku crude palm oil (CPO), Refined Bleached Deodorized Palm Oil (RBDPO) dan Bio Ethanol dalam rangka pengembangan energi baru dan terbarukan.

Kerja sama ini ditandatangani oleh Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati, Direktur Utama RNI B Didik Prasetyo dan Direktur Utama PTPN III Dolly P Pulungan di Pekanbaru, Riau, Selasa (19/3/2019).




Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati menjelaskan, melalui kesepakatan ini semua pihak sepakat untuk menjajaki rencana kerja sama pasokan bahan baku nabati dari RNI dan PTPN III yang memanfaatkan kebun kelapa sawit milik RNI dan PTPN III dan juga kebun kelapa sawit milik Petani Kelapa Sawit di wilayah kerja RNI dan PTPN III. Hasil pengolahan kelapa sawit tersebut akan dimanfaatkan oleh Pertamina untuk diolah lebih lanjut menjadi bahan bakar nabati.

Bagi plasma PTPN dan petani kelapa sawit, program ini diharapkan mampu meningkatkan serapan produk CPO sehingga dapat membantu menstabilkan harga TBS (Tandan Buah Segar) di tingkat petani. Selaras dengan hal tersebut PTPN juga mendorong percepatan peremajaan tanaman kelapa sawit plasma sehingga dapat menjamin pasokan bahan baku bagi pengembangan bahan bakat nabati ini. Oleh karena itu program ini merupakan bukti kehadiran BUMN bagi sawit rakyat. 

Sementara itu, bagi RNI sinergi ini merupakan bagian dari upaya untuk melakukan hilirisasi produk CPO dari kebun kelapa sawit yang dikelola oleh anak perusahaan RNI Group, yaitu PT Perkebunan Mitra Ogan dan PT Laras Astra Kartika. Selain itu, juga sebagai upaya untuk memperoleh nilai tambah yang lebih tinggi sehingga diharapkan dapat mendukung keberlanjutan dan peningkatan produktivitas produk turunan kelapa sawit, baik dalam lingkup RNI Group maupun secara nasional.

Selain CPO, RNI melalui anak perusahaan yang bergerak di industri gula, yaitu PT PG Rajawali I dan PTPN Group melalui PT Enero akan memasok molases untuk diolah bersama Pertamina menjadi Bioethanol Fuel Grade dengan kapasitas 60.000 kl/tahun. Molases sendiri merupakan produk sampingan yang dihasilkan dari proses pengolahan tebu, pemanfaatannya untuk diolah sebagai energi baru dan terbarukan dapat memberikan nilai tambah yang signifikan.

"Jadi, jangan kecil hati kalau Eropa menolak sawit, karena kita bisa manfaatkan sawit untuk jadi sumber energi," ujar Nicke.

Lebih lanjut, ia mengatakan, pasalnya potensi sawit di Indonesia luar biasa. Di Sumatra misalnya, Pertamina akan mengoptimalkan seluruh potensinya dalam rangka meningkatkan kemandirian energi.

"Sumatra ada sawit, sawit kita berlimpah, ini menjadi satu opsi untuk bioenergi. Hari ini kami kerja sama dengan PTPN dan RNI untuk olah sawit jadi fuel avtur, kami bangun kilangnya di Plaju dan Dumai, dan hasilnya dari B20 nantinya bisa jadi B100," papar Nicke.

Adapun, Direktur Perencanaan Investasi & Manajemen Risiko Pertamina Heru Setiawan menambahkan, untuk awalnya akan disediakan satu juta ton CPO per tahun untuk diolah Pertamina. Ke depannya, kata Heru, pasokan akan capai lima juta ton dan ada pengembangan lagi sekitar 10-15 juta ton.

Sedangkan, Menteri BUMN Rini Soemarno menyebutkan, adanya kerja sama ini bukan berarti RDMP untuk proses crude oil tetap jalan tetapi dikembangkan di area yang sama untuk proses biofuel. 

"Karena kebutuhannya sangat besar untuk solar, kami lihat kalau langsung ke B100 itu kureang efektif, jadi ke B50 dulu, berarti masih ada campuran CPO diproses, sehingga saling berintegrasi," tandas Rini.

Simak video tentang sanksi jika tak terapkan B20 di bawah ini
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading