Eropa Larang Biofuel Sawit, Proyek Eni-Pertamina Kena Dampak?

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
15 March 2019 13:07
Eropa Larang Biofuel Sawit, Proyek Eni-Pertamina Kena Dampak?
Jakarta, CNBC Indonesia- Pada hari Rabu (13/3/2019), Komisi Uni Eropa kembali menentukan kriteria baru penggunaan minyak sawit untuk bahan baku pembuatan biodiesel di negara-negara Uni Eropa.

Dalam peraturan yang baru tersebut, minyak sawit dikategorikan sebagai produk yang 'tidak berkelanjutan' alias tidak bisa digunakan sebagai bahan baku biodiesel.




Keputusan tersebut muncul sebagai jawaban atas kesepakatan yang telah disetujui oleh 28 negara Uni Eropa yang menyoroti masalah deforestasi akibat adanya budidaya sawit yang masif.

Lalu, nasib kerja sama Pertamina dengan Eni Italia?

VP Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman menuturkan, kerja sama dengan Eni masih tetap berjalan. Adapun, kerja sama yang dijajaki meliputi pembangunan kilang untuk mengolah biodiesel untuk kebutuhan Indonesia.

"CPO-nya pun tidak dipakai untuk konsumsi di Eropa kan, jadi saat ini kami fokus untuk memenuhi kebutuhan Indonesia sehingga bisa menciptakan energi yang ramah lingkungan dari bahan baku yang terbarukan," kata Fajriyah saat dihubungi CNBC Indonesia, Jumat (15/3/2019).

Adapun, saat dihubungi CNBC Indonesia, Direktur Bionergi Ditjen Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM Feby Andriah mengatakan, pemerintah juga sudah menyiapkan langkah agar penyerapan CPO domestik tetap optimal. Ia menyebutkan, ada beberapa program penggunaan CPO yang sedang dikembangkan.

Program-program tersebut yakni, penggunaan B30, dan co-processing di kilang untuk menghasilkan green fuel dengan bahan baku 100% CPO.

"Selain itu, kami juga akan menggantikan solar-solar di PLTD PLN agar menggunakan CPO. Mudah-mudahan hal ini bisa menyerap CPO dengan maksimal," pungkasnya. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading