Kekayaan Blok Gas Raksasa RI, Buat Ekspor atau Domestik?

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
15 March 2019 11:02
Kekayaan Blok Gas Raksasa RI, Buat Ekspor atau Domestik?
Jakarta, CNBC Indonesia- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) masih menunggu hasil pengeboran yang dilakukan Repsol di Blok Sakakemang. Setelah itu, barulah dilakukan pencarian pembeli gasnya.

"Ini masih melakukan pertemuan-pertemuan, nanti kalau mereka sudah ada hasil kajian lagi, nambah drill lagi, baru kami siapkan marketnya," kata Kepala Divisi Monetisasi Minyak dan Gas Bumi SKK Migas Waras Budi Santosa, di Jakarta, Kamis, (14/3/2019).




Lebih lanjut, ia mengatakan, dengan kebutuhan gas yang akan meningkat, konsumen yang disasar untuk menyerap gas dari blok migas tersebut adalah Pupuk Sriwijaya. 

Tidak hanya itu, Waras berpendapat, gas dari blok Sakakemang pada dasarnya juga bisa untuk dialokasikan kepada konsumen yang sudah ada, atau yang menyerap gas dari sumber pasokan lain, bahkan konsumen baru yang lokasinya berdekatan dengan blok tersebut.

Sebelumnya, SKK Migas mengumumkan, pengeboran sumur eksplorasi KBD-2x yang dilakukan konsorsium Repsol, Petronas, dan Mitsui Oil Exploration Co. Ltd (Moeco) membuahkan hasil. Setelah dua kali melakukan pengeboran, akhirnya ditemukan cadangan gas baru di blok Sakakemang, Sumatra Selatan.

Perusahaan memberikan estimasi awal setidaknya 2 triliun kaki kubik (trilliun cubic feet/TCF) dari sumber daya yang dapat diproduksi.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menegaskan, pihaknya berjanji pengelolaan cadangan gas di blok Sakakemang ini bisa dilakukan sesuai dengan rencana yang sudah dijadwalkan.

Blok Gas Raksasa RI, Buat Ekspor atau Domestik?Foto: Infografis/Sakakemang Calon Blok Gas Raksasa RI/Arie Pratama


"Kami usahakan, dipercepat, kalau bisa di bawah lima tahun sudah produksi," ujar Arcandra saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (27/2/2019).

Ia menjelaskan, pasalnya, skema pengelolaan blok Sakakemang tidaklah rumit, seperti proyek-proyek besar layaknya blok Masela, dan IDD. Ditambah lagi, sudah ada fasilitas yang dimiliki oleh blok Corridor yang dekat dengan blok Sakakemang.

"Semoga tidak 'ngaret'. Ini tidak rumit kok, ada fasilitas dekat blok Corridor, jadi kami harapkan bisa ada early production karena sudah ada fasilitas terbangun di situ, tinggal dia kerja sama saja dengan eksisting kontraktor," kata Arcandra.

Adapun, untuk penyaluran gasnya, Wakil Komisaris Utama Pertamina ini menegaskan akan diprioritaskan untuk konsumen domestik atau dalam negeri. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading