Internasional

Damai Dagang AS-China Tak Akan Setop Perlambatan Ekonomi

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
25 February 2019 17:30
Damai Dagang AS-China Tak Akan Setop Perlambatan Ekonomi
Jakarta, CNBC Indonesia - Amerika Serikat (AS) dan China tampaknya hampir mengakhiri perang tarif yang merugikan pasar keuangan dan memperlambat aktivitas ekonomi di seluruh dunia. Akan tetapi, hal itu tidak akan menghentikan perlambatan ekonomi global yang terjadi, kata para pakar, Senin (25/2/2019).

Presiden AS Donald Trump menulis di Twitter pada hari Minggu bahwa ia akan menunda kenaikan tarif impor untuk barang-barang China yang awalnya direncanakan akan diberlakukan awal Maret.

Washington dan Beijing telah terjebak dalam perang bea impor selama berbulan-bulan sejak awal tahun lalu, tetapi pertempuran itu berhenti sementara selama 90 hari, setelah Trump bertemu dengan Presiden China Xi Jinping di Argentina pada bulan Desember tahun lalu.


Presiden Amerika itu juga mengatakan akan bertemu Xi di klub golfnya di Mar-a-Lago, Florida, "untuk membuat kesepakatan" jika "kedua belah pihak membuat kemajuan tambahan."

Trump tidak mengumumkan batas waktu untuk pertemuan itu, tetapi CNBC melaporkan pekan lalu bahwa kedua negara sedang mendiskusikan untuk mengadakan pertemuan tingkat tinggi di akhir Maret.


Pasar Asia pada hari Senin bereaksi positif terhadap pengumuman Trump, tetapi beberapa ahli mengatakan bahwa pelonggaran ketegangan antara kedua raksasa ekonomi itu tidak akan menghentikan perlambatan global yang sudah terjadi.

"Saya pikir kita perlu mengambil sedikit langkah mundur dan melihat siklus ekonomi," kata Paul Kitney, kepala strategi ekuitas di Daiwa Capital Markets, kepada "Squawk Box" CNBC pada hari Senin.

"Bentuk siklusnya adalah di mana kita melihat moderasi dalam pertumbuhan di Amerika Serikat tahun ini ... kita melihat risiko resesi di Amerika Serikat yang tumbuh sedini mungkin pada pertengahan 2020."

"Penurunan tidak akan hilang" terlepas dari seberapa indikator yang berubah positif saat ini, termasuk perang dagang AS-China dan keluarnya Inggris (Brexit) dari Uni Eropa yang semakin dekat, bisa diselesaikan, kata Kitney.

Damai Dagang AS-China Tak Akan Setop Perlambatan EkonomiFoto: Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Menteri Keuangan Steven Mnuchin, Menteri Perdagangan Wilbur Ross, penasihat ekonomi Gedung Putih Larry Kudlow dan penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro berpose untuk foto dengan Wakil Perdana Menteri China Liu He, wakil menteri China dan pejabat senior sebelum dimulainya Pembicaraan perdagangan AS-Cina di Gedung Putih di Washington, AS, 21 Februari 2019. (REUTERS / Joshua Roberts)

Mengutip CNBC International, Dana Moneter Internasional (IMF) pada Januari memproyeksikan ekonomi global akan tumbuh 3,5% tahun ini, turun dari 3,7% pada 2018.

Data terakhir menunjukkan perlambatan tersebut terwujud: Indikator aktivitas pabrik yang dipantau secara luas, Indeks Manajer Pembelian (PMI), menunjukkan perlambatan di ekonomi utama seperti AS, China, Jepang, dan Jerman. Selain itu, beberapa ekonomi yang berorientasi pada perdagangan juga melaporkan adanya perlambatan dalam kegiatan impor dan ekspor mereka.

Momentum ke bawah dalam ekonomi global kemungkinan akan menjadi lebih buruk, setidaknya hingga kuartal berikutnya, "bahkan jika kita melihat hal semacamnya," kata Sadiq Currimbhoy, ahli strategi global dan kepala penelitian di Maybank Kim Eng, dalam acara "Street Sign" CNBC, Senin.


Masalah pelik dan penting
Bea masuk tambahan yang diterapkan selama perang tarif tahun lalu belum hilang. Itulah salah satu alasan mengapa beberapa ahli strategi dan analis menahan diri untuk tidak senang dulu melihat perkembangan perdagangan terbaru antara dua ekonomi terbesar di dunia itu.

"Memang, tidak ada alasan untuk membalikkan optimisme. Kami tidak berharap tarif yang ada akan berkurang dalam waktu dekat," tulis Louis Kuijs, kepala ekonomi Asia di perusahaan konsultan Oxford Economics, dalam catatan Senin. "Juga tidak jelas apakah akan ada pengurangan signifikan dalam pembatasan AS lainnya di bidang teknologi atau perubahan sikapnya terhadap Huawei."



Ada juga kurangnya kemajuan dalam menangani beberapa "masalah inti dan pelik" antara AS dan China, kata Pushan Dutt, seorang profesor ilmu ekonomi dan politik di sekolah bisnis INSEAD. Itu berarti ketidakpastian global yang disebabkan oleh ketegangan antara AS dan China mungkin berlarut-larut, katanya.

"Dalam jangka pendek, pada dasarnya kita akan membuat China setuju untuk membeli lebih banyak produk, sedikit lebih banyak kedelai, sedikit lebih banyak energi alami," kata Dutt kepada "Capital Connection" CNBC, Senin.

"Pada saat yang sama, kita harus ingat bahwa masalah yang benar-benar inti dan kritis, yang berkaitan dengan perlindungan hak kekayaan intelektual, transfer teknologi, subsidi untuk teknologi China, itu belum diatasi. Jadi, yang terbaik yang bisa kita harapkan adalah mereka akan terus membicarakan ini di masa depan," tambahnya.


Saksikan video mengenai isi kesepakatan dagang AS-China berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading