Dulu di Hutan, Pos Gunung Api Ijen Kini Disulap Jadi Modern

News - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
22 February 2019 16:57
Dulu di Hutan, Pos Gunung Api Ijen Kini Disulap Jadi Modern
Jakarta, CNBC Indonesia- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan melakukan peremajaan pos pengamatan Gunung Api Ijen di Banyuwangi, Jawa Timur. Jonan menyebut perombakan dilakukan sesuai dengan kebutuhan zaman dan agar lebih akurat.

"Peremajaan ini sesuai dengan kebutuhan, dimodernisasi. Tujuannya agar rekan-rekan pengamat gunung api lebih kerasan, kalau kurang nyaman nanti dikhawatirkan output kerjaannya menurun. Akibatnya, informasi kepada masyarakat kurang cepat, laporannya tidak akurat," ujar Jonan, Jumat (22/2).

Dulu di Hutan, Pos Gunung Api Ijen Kini Disulap Jadi ModernFoto: Peresmian Pos Pengamatan Gunungapi (PGA) Ijen di Dusun Panggungsari, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Banyuwangi, Jawa Timur, Jumat (22/2).



Bulan Oktober 2018, renovasi PGA Ijen dilakukan dengan menambah bangunan dari 1 lantai menjadi 2 lantai. Renovasi tersebut bertujuan merapikan pos pengamatan gunungapi yang memiliki konsep kerja profesional, salah satunya adalah pemisahan ruang kerja dan ruang istirahat bagi pengamat.

Sebelumnya pos pengamatan gunungapi kebanyakan memiliki konsep rumah tinggal (ruang kerja dan ruang istirahat jadi satu). PGA Ijen ini berjarak 10 kilo meter dari Gunung Api Ijen dan langsung menghadap ke kawah gunung.

"Pos pengamatannya ini harus nyaman, karena pengamat gunungapi sekarang kebanyakan lahirnya setelah tahun 1990. Anak-anak muda ini tidak pernah dalam hidupnya itu tidak nonton TV, tidak lihat handphone, kalau pos-pos pengamatan ini tidak diperbaiki mengikuti zaman, nanti gak ada yang mau jadi pengamat gunungapi. ini yang penting. Kita perbaiki semaksimal yang kita bisa," tegas Jonan.

Gunung Api Ijen memiliki ketinggian puncak sekitar 2.386 meter di atas permukaan laut. PGA Ijen pertama dibangun pada tahun 1951 - 1971 dan bertempat di Puncak Gunung Ijen. Pengamatan pada saat itu dilakukan dengan cara visual secara langsung dan alat seismometer sistem bandul. Pengamat harus berjalan 2 hari melewati hutan belantara.

Selanjutnya, tahun 1971-1986 Pos Pengamatan Ijen dipindah ke Desa Paltuding. Alat pengamatan seismik sistem bandul (sampai tahun 1979) dan elektromagnetik (1979-1986), recorder sistem bakar, dan pengamat harus menempuh perjalanan 1 hari melewati hutan.

Pada tahun 1986 hingga saat ini, Pos Pengamatan Gunungapi Ijen berada di Desa Licin dengan jarak kurang lebih 10 km dengan akses yang mudah dan peralatan yang dipasang sudah menggunakan sistem telemetri sehingga memudahkan proses monitoring aktivitas Gunung Ijen.

Gunungapi Ijen saat ini dimonitor dengan jaringan pemantauan, antara lain 4 stasiun seismik, 2 stasiun geokimia (2 sensor gas), dan 1 CCTV. Jaringan pemantauan dikembangkan bersama antara PVMBG dan VDAP-USGS Amerika Serikat.

Saksikan video Jonan dorong penggunaan EBT di bawah ini:
[Gambas:Video CNBC] (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading