Jokowi Siap 'Hancurkan' Singapura, Dalam Hal Apa?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
15 February 2019 19:26
Jokowi Siap 'Hancurkan' Singapura, Dalam Hal Apa?
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan memanggil Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro, Jumat (15/2/2019).

Dalam rapat yang berlangsung selama kurang lebih 1 jam itu, kedua penyelenggara membahas mengenai rencana menjadikan sejumlah pelabuhan di Indonesia menjadi hub internasional, mengalahkan Singapura.



Berbicara usai rapat, Menko Luhut mengutarakan bahwa ada sekitar tujuh pelabuhan yang akan dijadikan hub internasional. Pelabuhan tersebut nantinya akan terintegrasi dengan kawasan industri.


"Kami menyempurnakan Integrated Seaport Indonesia. Ada tujuh. Ini internasional. Saya lagi minta detail, angka-angkanya," kata Luhut saat dikonfirmasi.

Ketujuh pelabuhan tersebut adalah Tanjung Priok di Jakarta, Kuala Tanjung di Sumatera Utara, Tanjung Perak di Surabaya, Kijing di Pontianak, Bitung di Sulawesi Utara, Pelabuhan Makassar, dan Pelabuhan Sorong.

Jokowi Siap 'Hancurkan' Singapura, Dalam Hal Apa?Foto: Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan saat memberikan paparan di DBS Asian Insights Conference (CNBC Indonesia/Rehia Indrayanti Beru Sebayang)

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Bambang mengatakan upaya untuk menjadikan sejumlah pelabuhan menjadi hub internasional tak lain untuk menantang dominasi Singapura yang selama ini menjadi pusat pengiriman barang.

Indonesia, tak ingin lagi melihat kapal-kapal pengiriman barang justru parkir di pelabuhan negeri Singa Putih. Selain itu, langkah ini diharapkan bisa mengatasi persoalan biaya logistik yang masih tinggi.

"Kami ingin mengurangi dominasi Singapura yang selama ini menjadi hub-nya. Kalau bisa, hub yang selama ini tergantung Singapura itu bisa dipindahkan ke pelabuhan di Indonesia," katanya.



Bambang menegaskan integrasi pelabuhan kawasan industri ini nantinya akan mempertimbangkan konektivitas transportasi yang ada seperti kereta api, jalan tol, hingga jalan raya.

Pemerintah, pun akan mengatur rencana ini dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres). Minggu depan, pemerintah akan kembali duduk bersama untuk melanjutkan pembahasan.


Saksikan video komentar Luhut mengenai monopoli avtur Pertamina berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading