Internasional

Krisis Perbatasan, Trump Tak Akan Tutup Pemerintahan Tapi...

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
15 February 2019 11:56
Krisis Perbatasan, Trump Tak Akan Tutup Pemerintahan Tapi...
Washington, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan menandatangani Rancangan Undang-Undang (RUU) belanja pemerintah federal untuk mencegah terjadinya penutupan pemerintah (government shutdown) lagi.

Namun, ia juga akan mendeklarasikan keadaan darurat nasional agar dapat memperoleh dana untuk mendanai tembok perbatasannya yang kontroversial, menurut Gedung Putih dan anggota parlemen, Kamis (15/2/2019).

Anggota Senat Partai Republik, Mitch McConnell, mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa dia berbicara melalui telepon dengan Trump. Sang presiden "mengindikasikan dirinya siap menandatangani RUU anggaran. Tapi, Trump juga akan mendeklarasikan kondisi darurat nasional pada saat yang sama."


Gedung Putih mengonfirmasi rencana itu beberapa menit kemudian.


"Dia juga akan mengambil tindakan eksekutif lainnya, yang termasuk mengeluarkan peringatan keadaan darurat nasional, untuk memastikan kami menghentikan krisis keamanan dan kemanusiaan nasional di perbatasan," kata Juru Bicara Gedung Putih Sarah Sanders, dikutip dari AFP.

Mendeklarasikan keadaan darurat nasional akan membuat Trump bebas untuk menarik dana dari pos pendanaan lain untuk memperoleh dana pembangunan tembok perbatasan AS-Meksiko.

Trump mengatakan ia akan menandatangani RUU anggaran yang meredakan ketegangan di Washington setelah ia secara terbuka menyatakan keprihatinan tentang kesepakatan yang dicapai pada awal minggu antara Partai Republik dan Demokrat.

Pernyataannya itu dikeluarkannya hanya sekitar 30 jam sebelum tenggat waktu Jumat tengah malam tiba, di mana pendanaan untuk berbagai lembaga federal akan habis.

Tetapi anggota parlemen khawatir deklarasi darurat membuat pemerintah Trump dikecam.

Krisis Perbatasan, Trump Tak Akan Tutup Pemerintahan Tapi...Foto: Presiden AS, Donald Trump (REUTERS/Leah Millis)

"Mendeklarasikan keadaan darurat nasional akan menjadi tindakan tanpa hukum, pelecehan besar terhadap kekuasaan kepresidenan dan upaya putus asa untuk mengalihkan perhatian dari kenyataan bahwa Presiden Trump melanggar janji intinya untuk meminta Meksiko membayar temboknya," kata Ketua DPR Nancy Pelosi dan Pemimpin Minoritas Senat Chuck Schumer dalam sebuah pernyataan.

Banyak yang telah memperingatkan bahwa mereka tidak tahu dari mana Trump akan menarik dana untuk temboknya.

Demokrat khususnya telah mengisyaratkan bahwa langkah itu akan membuat presiden selanjutnya di masa depan menyatakan keadaan darurat serupa untuk menyelesaikan berbagai topik permasalahan, mulai dari kekerasan senjata, perubahan iklim, hingga krisis opioid.

Tetapi anggota parlemen masih tetap akan mengajukan RUU anggaran itu untuk mencegah penutupan pemerintahan.



Beberapa menit setelah pengumuman Gedung Putih tentang rencana Trump, Senat menyetujui paket anggaran dan mengirimkannya ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), di mana Pelosi mengatakan lembaga itu akan melakukan pemungutan suara Kamis malam.

RUU itu hanya memasukkan dana sebesar US$1,375 miliar untuk tembok perbatasan, jauh dari US$ 5,7 miliar yang telah diminta Trump.

Kengototan Trump ini sebelumnya telah menyebabkan penutupan pemerintah (government shutdown) selama 35 hari, yang merupakan penutupan terpanjang dalam sejarah AS.

RUU ini akan mendanai pemerintah hingga 30 September, di mana 25% dari lembaga pemerintah terancam ditutup jika RUU itu tidak ditandatangani oleh Trump pada batas waktu Jumat tengah malam.


Saksikan video mengenai penutupan pemerintahan AS berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading