Internasional

Deadline Negosiasi Dagang Diperpanjang? AS Buka Suara

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
15 February 2019 07:04
Deadline Negosiasi Dagang Diperpanjang? AS Buka Suara
Jakarta, CNBC Indonesia - Dua pejabat tinggi Amerika Serikat (AS) yang tengah melakukan perundingan dagang di Beijing akan bertemu Presiden China Xi Jinping, Jumat (15/2/2019).

Namun, belum ada keputusan apakah tenggat waktu 1 Maret akan diperpanjang demi memberi waktu bagi para negosiator untuk merampungkan perjanjian dagang antara kedua negara. Hal itu disampaikan oleh penasihat ekonomi Gedung Putih, Larry Kudlow, Kamis (14/2/2019).



Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin dan Perwakilan Dagang Robert Lighthizer menghadiri perundingan tingkat tinggi di Beijing Kamis dan Jumat hari ini. Xi Jinping dikabarkan akan mengunjungi lokasi pertemuan dan berbicara dengan para pejabat tinggi AS itu.


"Aura di Beijing positif," kata Kudlow kepada Fox News Channel dan dikutip Reuters. Perundingan dagang antara AS dan China yang dimulai Senin pekan ini akan berakhir hari Jumat.

Kedua belah pihak sedang berupaya mencegah memanasnya perang dagang yang telah menghambat laju pertumbuhan global, mengguncang pasar keuangan, dan mengganggu rantai suplai dunia.

Deadline Negosiasi Dagang Diperpanjang? AS Buka SuaraFoto: Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin (kedua dari kiri) Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, (ketiga dari kiri) dan Wakil Perdana Menteri China dan ketua perunding perdagangan Liu He, (kedua dari kanan), berpose untuk foto sebelum sesi pembukaan negosiasi perdagangan di Wisma Negara Diaoyutai di Beijing, Kamis, (14/2/2019) (Mark Schiefelbein / Pool via REUTERS)

AS dan China, dua raksasa ekonomi dunia, awal Desember lalu sepakat melakukan gencatan senjata 90 hari untuk merundingkan perjanjian dagang.

Meskipun Presiden AS Donald Trump sempat mengatakan tenggat waktu itu bisa saja diperpanjang bila kedua negara semakin mendekati kata sepakat, Kudlow mengatakan Gedung Putih belum membuat keputusan terkait hal tersebut.

"Saya tidak bisa membicarakan hal itu. Belum ada keputusan yang dibuat sejauh ini," kata Kudlow ketika ditanya mengenai kabar perpanjangan deadline selama 60 hari.


Pada hari Kamis, Bloomberg melaporkan bahwa beberapa sumber mengatakan Trump sedang mempertimbangkan apakah akan memperpanjang tenggat waktu gencatan senjata selama 60 hari. Hal itu dilakukan agar dapat memberikan lebih banyak kesempatan bagi kedua delegasi untuk merundingkan solusi dagang, tulis Bloomberg.

Namun, seorang sumber yang mengikuti perundingan tersebut mengatakan kepada Reuters hari Rabu bahwa China belum mengajukan usul perpanjangan tenggat waktu.

Juru bicara Departemen Perdagangan China Gao Feng mengatakan ia tidak memiliki informasi mengenai perkembangan perundingan perdagangan itu.

Kini seluruh dunia tampaknya harus menunggu pejabat kedua negara buka suara di hari terakhir perundingan dagang ini.


Saksikan video mengenai perkembangan perundingan dagang di China berikut ini.

[Gambas:Video CNBC]

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading