Gencatan Senjata AS-China Diperpanjang, Koreksi IHSG Menipis

Market - Anthony Kevin, CNBC Indonesia
14 February 2019 11:32
Gencatan Senjata AS-China Diperpanjang, Koreksi IHSG Menipis Foto: Ilustrasi Sekuritas (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)
Jakarta, CNBC Indonesia - Mengawali hari dengan penguatan sebesar 0,16%, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemudian berkutat di zona merah. Titik terlemah IHSG pada hari ini berada di level 6.402,43 (-0,26% dibandingkan penutupan perdagangan kemarin, 13/2/2019).

Namun dalam beberapa menit terakhir, IHSG terus bergerak naik, bahkan sedikit lagi akan meninggalkan zona merah. Pada pukul 11:22 WIB, IHSG melemah tipis 0,08% ke level 6.414,17.

Angin segar yang datang dari AS membuat bursa saham tanah air mulai bangkit dari keterpurukan. Beberapa saat yang lalu, Bloomberg melaporkan bahwa Presiden AS Donald Trump mempertimbangkan untuk memperpanjang periode gencatan senjata bidang perdagangan dengan China selama 60 hari, menurut orang-orang yang familiar dengan hal tersebut.


Sejatinya, periode gencatan senjata akan berakhir pada tanggal 1 Maret. Jika tak diperpanjang, bea masuk bagi produk impor asal China senilai US$ 200 miliar akan dinaikkan menjadi 25% (dari yang saat ini 10%) mulai tanggal 2 Maret.

Indikasi diambilnya kebijakan tersebut sudah tercium sebelumnya. Pada hari Selasa (11/2/2019), Trump menyebut bahwa periode gencatan senjata yang akan berakhir pada 1 Maret bisa diperpanjang.

"Kami bekerja dengan baik di China. Kalau kesepakatan (dengan China) sudah dekat, maka kita akan bisa selesaikan. Saya mungkin bisa menoleransi kesepakatan mundur sedikit (dari deadline 1 Maret), tetapi saya lebih suka tidak," kata Trump saat rapat kabinet, mengutip Reuters.

Jika periode gencatan senjata benar-benar diperpanjang, maka kesepakatan dagang secara permanen nampak kian mungkin untuk dicapai kedua negara. Sebagai informasi, pada hari ini dan besok negosiasi dagang tingkat menteri digelar di Beijing, melibatkan Kepala Perwakilan Dagang AS Robert Lighthizer, Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin, dan Wakil Perdana Menteri China Liu He.

TIM RISET CNBC INDONESIA (ank/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading