Imbas Tiket Naik dan Bagasi Berbayar, Bisnis Hotel Turun 40%

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
11 February 2019 17:10
Imbas Tiket Naik dan Bagasi Berbayar, Bisnis Hotel Turun 40%
Jakarta, CNBC Indonesia- Sempat naiknya harga tiket pesawat, ditambah dengan ebijakan bagasi berbayar yang diterapkan maskapai penerbangan seperti Lion Air ternyata berdampak pada bisnis perhotelan.

Apalagi rencananya maskapai berbiaya rendah lainnya seperti Citilink juga akan ikut menerapkan rencana ini. Makin membuat pengusaha hotel was-was.




Hariyadi Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) mengaku bahwa tiket mahal dan tidak lagi menggratiskan layanan bagasi membuat bisnis beberapa pengusaha sedikit turun. 
Salah satunya, kata dia, berdampak pada penurunan okupansi sebanyak 20-40 persen di berbagai daerah.

"Jadi intinya tiket mahal itu kenaikannya sangat tinggi rata-rata 40 persen. Kami sudah mulai merasa dampaknya jadi terjadi penurunan occupany antara 20-40 persen dan terjadi di berbagai daerah," ujar Hariyadi Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) saat acara Rakernas IV PHRI 2019 di kawasan Jakarta Selatan, Senin (11/2/2019).

Dia menuturkan bahwa hal tersebut sangatlah mengkhawatirkan bukan saja pada bisnis hotel tapi juga rantai bisnis sekitarnya. Misal bisnis katering untuk memasok makanan ke hotel.

Adanya bagasi berbayar juga membuat omzet para penjual oleh-oleh di berbagai daerah  menurun. Dan hal ini tentu membuat mereka harus berputar otak dan melakukan berbagai cara agar geliat usaha tetap jalan dan tidak gulung tikar.

"Begitu kita drop mereka juga akan drop penjualannya ke kita. Juga ekonomi daerah terganggu dan penjual oleh-oleh yang mengeluh karena omzet menurun drastis adanya bagasi berbayar. Kalau seperti ini  berbagai cara harus dilakukan agar usaha tetap jalan," kata dia.

Simak video tentang kebijakan bagasi berbayar maskapai RI

[Gambas:Video CNBC]
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading