Investigasi PBB: Pembunuhan Khashoggi Brutal & Terencana

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
08 February 2019 11:10
Investigasi PBB: Pembunuhan Khashoggi Brutal & Terencana
Jakarta, CNBC Indonesia - Penyelidikan internasional yang dipimpin Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terkait kasus pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi, pada hari Kamis (7/2/2019) menemukan bukti bahwa kejahatan brutal tersebut direncanakan dan dilakukan oleh para pejabat Arab Saudi.

"
Bukti yang dikumpulkan selama misi saya ke Turki menunjukkan kasus prime facie bahwa Tuan Khashoggi adalah korban pembunuhan brutal dan terencana, yang direncanakan dan dilakukan oleh pejabat negara Arab Saudi," kata Agnes Callamard, Pelapor Khusus PBB untuk Eksekusi Ekstrayudisial Arbitrase, dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jenewa. 

Pembunuhan Khashoggi oleh tim operasi Saudi pada 2 Oktober 2018 telah menarik kecaman warga dunia dan menodai citra Pangeran Mahkota Mohammed bin Salman, yang sebelumnya dikagumi di Barat karena mendorong perubahan besar termasuk reformasi pajak, proyek infrastruktur, dan mengizinkan perempuan mengemudi.

Beberapa badan intelijen Amerika Serikat (AS) percaya bahwa Putra Mahkota Mohammed memerintahkan operasi pembunuhan Khashoggi, yang merupakan seorang kritikus dan kolumnis Washington Post. Mereka meyakini tubuh Khashoggi dipotong dan dipindahkan ke lokasi yang masih belum diketahui publik.


Melansir Reuters, Riyadh telah membantah sang pangeran terlibat dalam pembunuhan itu. Callamard  juga mengatakan misinya pada 28 Januari - 3 Februari ke Turki dengan tim yang terdiri dari tiga ahli belum bisa memastikan niat awal kasus ini, apakah hanya untuk menculik Khashoggi atau opsi pembunuhan dipilih jika ada kemungkinan penculikan gagal.

Dia juga mengatakan para pejabat Saudi juga terlalu mengintervensi dan menunda upaya pemerintah Turki untuk menyelidiki tempat kejahatan di konsulat Istanbul, tempat Khashoggi pergi untuk mendapatkan surat-surat yang diperlukan untuk pernikahannya.

Baik kantor komunikasi pemerintah Saudi maupun Kementerian Luar Negeri Turki tidak segera menanggapi permintaan komentar atas laporan tersebut.
Pembunuhan Khashoggi Direncanakan dan Dilakukan oleh Pejabat Foto: Infografis/Jamal Khashoggi/Arie Pratama

Membersihkan Tempat Kejadian
Menurut Callamard, ditundanya akses ke konsulat dan tempat tinggal serta pembersihan tempat kejadian kejahatan sangat membatasi potensi penyelidikan forensik kriminal Turki untuk menghasilkan bukti yang berguna.

Diketahui, setelah kunjungan pertama Khashoggi ke konsulat pada 28 September, ada rencana pembunuhan, termasuk hadirnya tiga tim yang melakukan operasi. Selain itu tampak "kehadiran seseorang yang mirip Khashoggi yang terlihat meninggalkan konsulat, kehadiran seorang dokter forensik, pelarian diri dari anggota tim dan, tentu saja, pembuangan tubuh Khashoggi."

"
Tidak masuk akal" bahwa pemerintah Saudi mengaku gagal menemukan keberadaan jasad Khashoggi "setelah mengakui bahwa Khashiggi meninggal di kantor konsuler mereka," tambahnya.

Callamard mengatakan timnya memiliki akses ke bagian "materi audio yang mengerikan dan menakutkan" dari kematian Khashoggi yang diperoleh oleh badan intelijen Turki.

Dia juga dijanjikan akses ke laporan forensik dan polisi yang penting untuk penyelidikan. Seorang juru bicara jaksa penuntut umum Saudi mengatakan akhir tahun lalu bahwa 11 orang Saudi telah didakwa dan dirujuk untuk diadili atas kasus tersebut, dengan pihak berwenang meminta dijatuhkan hukuman mati untuk lima orang.

Arab Saudi telah menolak permintaan Turki untuk mengekstradisi 11 tersangka. Callamard merasa sangat prihatin dengan keadilan proses persidangan dan telah mengupayakan kunjungan resmi ke kerajaan. Callamard akan menyerahkan laporan terakhirnya pada bulan Juni kepada Dewan HAM AS, termasuk rekomendasi tentang pertanggungjawaban pidana formal. (tas)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading