Debat Pilpres, Isu Pangan Bakal Jadi Kelemahan Jokowi-Ma'ruf

News - Donald Banjarnahor, CNBC Indonesia
04 February 2019 16:44
Debat Pilpres, Isu Pangan Bakal Jadi Kelemahan Jokowi-Ma'ruf
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Mohammad Faisal menilai masalah data pangan bisa menjadi kelemahan pasangan calon Presiden Joko Widodo dan Ma'ruf Amin saat debat putaran kedua pada 17 Februari mendatang.

Menurutnya, pasangan calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno bisa mengkritik data pangan yang dikelola pemerintahan kabinet kerja pada debat pilpres kedua mendatang. Pasalnya, data yang ada masih tidak tercatat dengan baik.

"Dari sisi pangan, kritisnya masalah data untuk produksi pangan," kata Faisal dikutip dari detikFinance, Senin (4/2/2019).


Faisal menilai, data pangan pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla masih belum tercatat dengan baik. Mulai dari konsumsi, sebaran antar daerah. Hal itu, kata Faisal menjadi penyebab keluarnya kebijakan impor di waktu yang tidak tepat.

"Ini masih simpang siur sehingga impor pangan belum tepat dari sisi volume dan timing-nya," jelas dia.

Meski demikian, kata Faisal, calon pasangan nomor urut 01 Jokowi-Ma'ruf Amin bisa menjual keberhasilan pemerintah dalam membangun infrastruktur hingga stabilisasi harga pangan melalui level inflasi relatif rendah.

"Yang jelas dari petahana jualan penting infrastruktur yang masif, lalu juga dari sisi stabilitas pangan dari inflasi yang relatif rendah, akan menjadi strong point yang dijual," ungkap dia.

Sebagai informasi, beberapa isu pangan yang menerpa pemerintahan Jokowi adalah impor beras, impor gula, impor jagung, hingga impor garam. 

[Gambas:Video CNBC]
(dob/dob)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading