Bos Bappenas Bicara 'Neraka' Jakarta & Infrastruktur Jokowi

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
22 January 2019 12:58
Bos Bappenas Bicara 'Neraka' Jakarta & Infrastruktur Jokowi
Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro menekankan mendesaknya revitalisasi sektor industri. Hal itu dipicu oleh buruknya sejumlah indikator sepanjang tahun lalu, mulai dari pelemahan rupiah hingga defisit neraca dagang.

"Solusi lima tahun ke depan kita harus melakukan reindustrialisasi," ujar Bambang dalam acara Indonesia Development & Business Summit New Construction Opportunity 2019 Beyond Infrastructures di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Selasa (22/1/2019).

Menurut dia, pemerintah harus menyediakan aspek-aspek yang mendukung industrialisasi. Kewilayahan dan lokasi harus tepat. Dari sisi kewilayahan, kata Bambang, Indonesia memiliki banyak isu, antara lain belum seimbangnya pembangunan antara pusat dan daerah.


"80% (pembangunan) di Jawa. Otomatis menimbulkan kesenjangan. Selain konektivitas di barat, kita harus memastikan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia," ujar Bambang.

Bos Bappenas Bicara 'Neraka' Jakarta & Infrastruktur JokowiFoto: Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro di Acara Indonesia Development and Business Summit (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)


"Kalau model industrialisasi sekarang betapa susahnya hidup di neraka Jakarta. Kalau harus bikin jalan tol di Bekasi, otomatis akan segera macet karena lalin barang dari kawasan industri ke pelabuhan. Intinya pusat pertumbuhan wilayah harus disebar," lanjutnya.

Oleh karena itu, Bambang menjelaskan pemerintah gencar membangun infrastruktur. Infrastruktur yang optimal akan mendukung pertumbuhan ekonomi. Namun, Bambang tak memungkiri, infrastruktur bukan faktor tunggal, melainkan harus didukung aspek lain seperti perbaikan SDM.

"Ketika bicara economic reform, pasti bicara pentingnya infrastruktur. Sejauh ini infrastruktur kita sudah membaik. Kalau kita lihat dari daya saing, pilar infrastruktur kita sudah lebih baik dari Vietnam, tapi Malaysia dan Thailand masih lebih baik," kata Bambang.

Sedangkan dari aspek kemudahan berbisnis (ease of doing business), Indonesia masih memiliki masalah berupa korupsi (nomor 1) dan infrastruktur (nomor 4). Kementerian PPN/Bappenas, menurut Bambang, telah melakukan studi mengenai alokasi infrastruktur.

Rata-rata dunia memiliki stok infrastruktur 70% terhadap produk domestik bruto (PDB). Afrika Selatan (Afsel) meskipun memiliki PDB di bawah RI, memiliki stok infrastruktur 87%. Sedangkan China dan India masing-masing 76% dan 57%. Indonesia hanya 35%.

"Kalau stok infrastruktur naik maka PDB terdorong. Ini masalah utama kenapa infrastruktur selalu jadi prioritas. Sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi dan pemerataan ekonomi," ujar mantan dekan FEB UI tersebut.
[Gambas:Video CNBC]



(miq/prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading