Produksi Merosot, Ekspor LNG RI Bakal Turun di 2019

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
17 January 2019 10:34
Produksi Merosot, Ekspor LNG RI Bakal Turun di 2019
Jakarta, CNBC Indonesia- Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) mencatat terjadi proyeksi penurunan produksi gas alam cair (Liquefied Natural Gas/LNG) di tahun ini.

Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto mengatakan, tahun ini produksi LNG turun menjadi 252 standar kargo dibandingkan produksi tahun lalu yang sebesar 270 standar kargo.




"Dari 252 kargo itu 120 kargo berasal dari Kilang Tangguh dan sisanya dari Kilang Badak," ujar Dwi kepada media dalam paparan kinerja SKK Migas, di Jakarta, Rabu (16/1/2019).

Deputi Keuangan dan Monetisasi SKK Migas Parulian Sihotang menyebutkan, di tahun ini, dari 120 standar kargo produksi LNG di Kilang Tangguh, yang dialokasikan untuk domestik hanya 28 kargo dan 92 standar kargo untuk diekspor. Adapun, sebanyak 39 standar kargo dari Kilang Badak dialokasikan untuk dalam negeri dan 93 standar kargo untuk ekspor. 

"Tahun ini total ada 67 standar kargo LNG dialokasikan untuk domestik, dan 185 standar kargo untuk diekspor," ucap Parulian.

Wakil Kepala SKK Migas Sukandar menuturkan, porsi ekspor LNG setiap tahun memang semakin berkurang. Ini disebabkan kebijakan pemerintah agar pemanfaatan gas semakin banyak di dalam negeri.

Ia memaparkan, pada 2018, kilang Badak memproduksi LNG sebesar 150 standar kargo, dengan alokasi ekspor sebesar 118 standar kargo, dan domestik sebesar 32 standar kargo. Sementara untuk kilang Tangguh, produksi LNG tercatat sebesar 120 standar kargo, dengan alokasi ekspor 85 standar kargo, dan domestik 35 standar kargo.

Sedangkan untuk kinerja tahun lalu, kata Sukandar, SKK Migas mencatat produksi LNG Kilang Badak tercatat 150 standar kargo dan untuk Tangguh ada di 120 standar kargo.

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading