Tsunami PHK Terjadi, 30% Pekerjaan di Bank akan Punah

News - Roy Franedya, CNBC Indonesia
16 January 2019 11:47
Tsunami PHK Terjadi, 30% Pekerjaan di Bank akan Punah
Jakarta, CNBC IndonesiaPara karyawan bank sedang harap-harap cemas. Pasalnya, nasib mereka terancam karena kehadiran teknologi yang akan menggantikan tugas mereka nantinya.

Abdoel Mujib, Narahubung dari Jaringan Komunikasi Serikat Pekerja Perbankan Indonesia (Jarkom SP Perbankan) mengatakan para karyawan bank harap-harap cemas karena tengah menghadapi hal yang menakutkan: Tsunami PHK!

"Adanya revolusi industri 4.0, itu dampaknya adalah banyak sekali pengurangan karyawan dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kita tengah menghadapi Tsunami PHK di perbankan," ungkap Abdoel kepada CNBC Indonesia, Rabu (16/1/2019).


Dalam data yang dimiliki Jarkom SP Perbankan, tercatat sejak 2016 sudah sebanyak 50.000 karyawan bank kena PHK. Hal ini terjadi sampai akhir 2018 kemarin.

"Ini termasuk di seluruh daerah. Banyak sekali yang kena PHK," katanya.


Semata-mata, menurut Abdoel efisiensi dilakukan perbankan karena telah menggunakan teknologi-teknologi yang tak lagi melibatkan manusia.

"PHK ini karena transformasi menyambut era 4.0, mengganti banyak tugas orang itu dengan mesin," ungkapnya.

"Sebenarnya kan, tujuan kita itu OJK kan karena meruapakn otoritas mengawasi perbankan. Dalam konteksi ini ada perlindungan pekerja. Untuk itu kami berharap ada masukan dari regulator," ungkap Abdoel.

Masalah tenaga kerja perbankan yang akan digantikan robot sebenarnya sudah pernah diprediksi oleh Vikram Pandit, Mantan Chief Executive Officer Citigroup Inc era 2007-2012.

Dalam wawancaranya dengan Bloomberg Television pada September 2017, ia mengatakan pengembangan artificial intelligence dan robotica akan menghilangkan 30% pekerjaan di bank dalam lima tahun mendatang.

"Semua bisa dilakukan dengan artificial intelligence, robotica dan natural language, semua itu akan membuat proses semakin mudah. Hal-hal ini akan mengubah back office," ujarnya dalam wawancara Bloomberg Television seperti dikutip dari Fortune, Rabu (16/1/2019).

Di Amerika, menurut catatan Citigroup, angka penurunnya sampai 770 ribu. Sementara di Eropa sampai angka 1 juta.


(roy/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading