RI Bidik Produksi 2 Juta Motor Listrik Tahun Depan

News - Syahrizal Sidik, CNBC Indonesia
14 January 2019 13:09
RI Bidik Produksi 2 Juta Motor Listrik Tahun Depan
Jakarta, CNBC Indonesia- Komitmen Indonesia soal kendaraan listrik makin serius. Selain pemerintah sedang siapkan aturan berupa Peraturan Presiden (Perpres), sepeda motor listrik juga dikebut.

Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan fokus pemerintah pertama adalah mengkonversi transportasi publik dari penggunaan BBM ke listrik terlebih dulu. Lalu dilanjutkan ke sepeda motor yang direncanakan bisa mulai direalisasikan tahun depan.


[Gambas:Video CNBC]




"Kami sudah berpikir akhir tahun depan itu ana yang dialokasikan untuk sepeda motor APBN itu harus segera dibelikan sepeda motor listrik, sehingga bisa kurangi polusi dan impor kita," kata Luhut saat acara coffee morning di kantornya, Senin (14/1/2018).

Ia memberi contoh dengan Gesits, sepeda motor listrik buatan lokal. Dengan produksi motor sebanyak 7 juta unit setahun, Ia menargetkan produksi sepeda motor listrik bisa mencapai 2 juta. "Kita cover 2 juta saja, saya kira dampaknya sangat luar biasa."

Soal angkutan publik, memang banyak yang bertanya-tanya mengapa tak langsung ke sedan atau kendaraan pribadi. "Ini, kadang suka bilang dikuasai China padahal Jepang lebih mengontrol kita. 94% mobil di Indonesia itu mobil Jepang. Jadi bertahap dulu jangan buru-buru."

Lagipula, lanjut dia, angkutan publik dan sepeda motor bisa memiliki dampak signifikan untuk kurangi polus seperti dilakukan China saat Olimpiade 2008. "Sekarang jauh lebih bagus karena di Beijing tidak ada lagi sepeda motor BBM, semua baterai dan juga angkutan publik."

Luhut mengatakan akan digelar rapat terbatas mengenai perpres untuk kebut kendaraan listrik. "Kita mungkin akan pilih Keppres jadi belum mau disclose di sini," jelasnya.

Sepeda motor Gesits sendiri diinisiasi oleh Garansindo dan Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Di mana kemudian juga ikut bergabung sejumlah perusahaan termasuk BUMN PT Wijaya Karya Tbk, PT Pertamina, PT Telkomsel.

Dari pihak swasta ada PT Gesits Technologies Indo (GTI), yang kemudian bersama dengan PT Wijaya Karya Industri dan Konstruksi membentuk anak usaha yakni PT Wijaya Manufakturing (WIMA). WIMA ini lah yang akan memproduksi Gesits secara massal.

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading