Internasional

Waduh, Trump Ancam Tutup Pemerintahan sampai Bertahun-tahun

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
06 January 2019 11:42
Waduh, Trump Ancam Tutup Pemerintahan sampai Bertahun-tahun
Washington, CNBC Indonesia - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam akan membuat pemerintahannya tutup selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Pernyataan itu ia sampaikan, Jumat (04/01/2019), setelah ia dan para pemimpin Partai Demokrat gagal menyelesaikan perbedaan pendapat mereka atas permintaan anggaran Trump senilai US$5,6 miliar (Rp 79,7 triliun) untuk membangun tembok di perbatasan Meksiko.

Setelah para pemimpin kongres Demokrat menolak permintaan Trump pada pertemuan di Gedung Putih, Trump mengancam akan mengambil langkah kontroversial dengan menyatakan keadaan darurat nasional dan membangun tembok tanpa persetujuan Kongres, dilansir dari Reuters.


Trump menahan dukungannya untuk rancangan anggaran baru yang akan sepenuhnya mendanai pemerintah sampai ia mendapatkan uang untuk tembok tersebut. Akibatnya, sekitar 800.000 pekerja federal tidak dibayar, dengan sekitar seperempat dari lembaga pemerintah ditutup selama dua minggu.


Pemimpin Demokrat di Senat Chuck Schumer mengatakan Demokrat telah memberitahu Trump saat pertemuan agar mengakhiri penutupan itu atau government shutdown.

"Dia menolak," kata Schumer. "Faktanya, dia mengatakan akan menutup pemerintahan untuk waktu yang sangat lama, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun," ujarnya.

Trump mengonfirmasi komentar itu. Namun, ia memberikan gambaran yang lebih positif dari pertemuan itu, yang pertama kali sejak era baru pemerintahan yang terpecah saat Partai Demokrat mengambil alih Dewan Perwakilan Rakyat AS hari Kamis.

Waduh, Trump Ancam Tutup Pemerintahan sampai Bertahun-tahunFoto: Sebuah tanda menyatakan Arsip Nasional ditutup karena penutupan sebagian pemerintah federal di Washington, AS, 22 Desember 2018. REUTERS / Joshua Roberts

"Kami mengadakan pertemuan yang sangat, sangat produktif, dan kami telah berbicara jauh ke depan," kata Trump.

Menurut sumber yang mengetahui pembicaraan di Gedung Putih, Trump membuka pertemuan dengan pidato yang berlangsung sekitar 15 menit, di mana ia berkeras memerlukan miliaran dolar untuk mendanai tembok perbatasan.

Sumber itu juga mengatakan Trump menyebutkan ancaman impeachment baru-baru ini dalam pernyataan itu. Ia menepis ancaman itu dengan menyatakan ia telah mencatat kinerja yang sangat baik sebagai presiden dan tidak seharusnya menjadi target untuk dijatuhkan.

Presiden kemudian mengatakan kepada wartawan juru bicara DPR yang baru dari Partai Demokrat Nancy Pelosi bahwa partai oposisi itu tidak ingin menjatuhkannya.



Seorang wartawan bertanya kepada Trump, apakah ia mempertimbangkan untuk mendeklarasikan keadaan darurat nasional demi pembangunan tembok itu.

"Ya, dan saya bisa melakukannya jika saya mau," kata Trump. "Kita dapat menjadikan kondisi darurat nasional karena keamanan negara kita, saya bisa saja melakukannya. Tetapi, kita dapat menjadikan darurat nasional dan membangunnya dengan sangat cepat. Dan itu cara lain untuk melakukannya. Tetapi jika kita bisa melakukannya melalui proses negosiasi, kita akan mencobanya."

Kekuatan darurat telah diminta oleh presiden AS sebelumnya selama masa perang.
Waduh, Trump Ancam Tutup Pemerintahan sampai Bertahun-tahunFoto: Presiden AS Donald Trump mengadakan panggilan video dengan anggota dinas militer AS di Oval Office pada pagi Natal di Washington, 25 Desember 2018. REUTERS / James Lawler Duggan / File Foto
Senator Jack Reed, Demokrat senior di Komite Angkatan Bersenjata Senat, mengkritik komentar itu, dengan mengatakan dalam sebuah pernyataan, "Mendeklarasikan keadaan darurat nasional yang dibuat-buat untuk mendapatkan persetujuan Kongres adalah salah."

Lembaga pemeringkat internasional Moody's baru-baru ini mengatakan penutupan pemerintahan akan menyebabkan gangguan kecil pada ekonomi dan pasar kredit AS, tetapi mungkin ada dampak yang lebih parah pada pasar keuangan dan ekonomi yang lebih luas jika penutupan itu berlarut-larut.

Sebuah survei Reuters/ Ipsos pada pekan lalu menunjukkan bahwa 50% publik menyalahkan Trump atas penutupan pemerintahan itu, dan 7% menyalahkan anggota parlemen dari Partai Republik, sementara 32% menyalahkan Demokrat.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading