Internasional

Meski Dijegal Banyak Pihak, Huawei Ngotot Kembangkan 5G

News - Bernhart Farras, CNBC Indonesia
26 December 2018 13:33
Meski Dijegal Banyak Pihak, Huawei Ngotot Kembangkan 5G
Jakarta, CNBC Indonesia - Chairman Huawei Liang Hua mengatakan operasi perusahaan berjalan "normal" setelah penahanan CFO Meng Wanzhou dan ingin rekannya itu segera kembali.


Liang mengatakan Huawei akan terus mendorong pengembangan 5G meskipun ada larangan di berbagai negara, termasuk Amerika Serikat (AS), Australia, dan Selandia Baru.





"Di tengah krisis kepercayaan dari Barat, pertama-tama kita harus melakukan pekerjaan kita sendiri dengan baik, dan terus membangun daya saing Huawei di bidang 5G," kata Liang. "Kami percaya bahwa pelanggan akan membuat keputusannya sendiri."



Liang berterima kasih kepada orang-orang di seluruh dunia yang telah mendukung Meng dan Huawei. Ia menyajikan sebuah cangkir kopi ke media, yang katanya dibuat secara spontan oleh karyawan perusahaan, dengan teks yang berbunyi: "Mercusuar sedang menunggu kembalinya kapal malam."

Istilah kapal malam atau "wanzhou" merupakan sebuah homonim dan merujuk pada nama Meng, Wanzhou, South China Morning Post melaporkan dan dikutip The Star, Rabu (26/12/2018).

Meng Wanzhou (46), CFO dan anak pendiri Huawei, ditangkap di bandara Vancouver, Kanada, 1 Desember lalu atas permintaan pemerintah AS. Huawei, raksasa telekomunikasi China, dituduh telah menggunakan perusahaan cangkang di Hong Kong, Skycom, untuk berbisnis dengan Iran, serta melanggar sanksi AS terhadap Republik Islam.

Huawei telah membantah tuduhan itu.

Meski Dijegal Banyak Pihak, Huawei Ngotot Kembangkan 5GFoto: CFO Global Huawei Meng Wanzhou (Foto: REUTERS/Alexander Bibik)

Penangkapan Meng telah memicu pertikaian diplomatik antara China dan Kanada ketika perang perdagangan yang dipimpin Washington menargetkan Huawei.



Setelah penahanan Meng, China menangkap dua warga negara Kanada, mantan diplomat pengusaha Michael Kovrig dan Michael Spavor. Mereka dituduh membahayakan keamanan nasionalnya, sebuah langkah yang secara luas dipandang sebagai pembalasan atas penangkapan Meng.



Hua Chunying, seorang juru bicara kementerian luar negeri China, mengatakan negara-negara barat yang menyerukan pembebasan Kovrig dan Spavor mengabaikan penangkapan Meng. Ia juga mengkritik AS dan Kanada karena menargetkan CFO Huawei.



"Sifat buruk dan dampak dari kasus Meng Wanzhou tidak bisa lebih jelas lagi," katanya.




Hua juga menolak klaim bahwa penangkapan Spavor dan Kovrig adalah pembalasan oleh China.

"Otoritas China yang kompeten mengambil tindakan wajib sesuai dengan hukum terhadap warga negara Kanada Michael Kovrig dan Michael Spavor, karena mereka terlibat dalam kegiatan yang merusak keamanan nasional China," katanya.

"Kami mendesak negara-negara terkait untuk sungguh-sungguh menghormati kedaulatan peradilan China," tambahnya.



Meski Dijegal Banyak Pihak, Huawei Ngotot Kembangkan 5GFoto: Seorang pria yang berjalan melewati iklan smartphone Huawei P20 tercermin di pintu kaca di depan logo Huawei, di sebuah pusat perbelanjaan di Shanghai, China 6 Desember 2018. REUTERS / Aly Song

Sejak penangkapan Meng, pemerintah dan perusahaan di seluruh dunia telah mengumumkan larangan dan tinjauan baru terhadap produk Huawei. Hal ini semakin menekan keuangan perusahaan.



Pekan lalu, perdana menteri Republik Ceko memerintahkan kantornya untuk berhenti menggunakan telepon Huawei.



Perusahaan telekomunikasi Eropa telah memperingatkan agar tidak menggunakan peralatan Huawei dengan alasan kekhawatiran akan kerentanan keamanan dan hubungan perusahaan dengan militer China.




Juga pekan lalu, Stephane Richard, kepala eksekutif perusahaan telekomunikasi Prancis Orange, mengatakan akan mengeluarkan peralatan Huawei dari bagian sensitif jaringannya.

Perusahaan Jerman Deutsche Telekom mengatakan akan mengevaluasi kembali penggunaan peralatan Huawei, sementara British Telecom mengatakan akan menghapus peralatan Huawei dari bagian-bagian penting di jaringannya. (prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading