Ini 5 Alasan Jokowi Gandeng China di Kereta Cepat JKT - BDG

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
20 December 2018 16:29
Ini 5 Alasan Jokowi Gandeng China di Kereta Cepat JKT - BDG
Jakarta, CNBC Indonesia- Proyek kereta cepat Jakarta-Bandung masuk dalam salah satu fokus pembangunan infrastruktur Presiden Joko Widodo. Proyek ini resmi melibatkan China, setelah Jokowi menerbitkan Perpres No 107 tahun 2015 tentang penyelenggaraan prasarana dan sarana kereta cepat Jakarta-Bandung.

Dalam aturan itu, Jokowi dengan tegas menyebutkan bahwa proyek ini bersifat business to business (B2B). Dengan terbitnya regulasi tersebut, proyek ini mulai memasuki tahap pekerjaan ditandai dengan groundbreaking pada 21 Januari 2016 silam.




Namun, kemajuan pengerjaan proyek ini tidak terlalu signifikan. Sejumlah pihak pun menyampaikan kritik atas capaian kinerja proyek yang semula ditargetkan rampung pada 2019 tersebut. Keterlibatan China dalam proyek ini juga kerap menjadi perhatian publik.

Melalui keterangan tertulis yang diterima CNBC Indonesia, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) menyampaikan penjelasan terkait hal ini. Kereta Cepat China menjadi pilihan Indonesia, didasarkan atas pertimbangan beberapa hal sebagai berikut :

- Dengan panjang 25.000 km, China menjadi negara yang paling banyak memiliki jalur kereta cepat dengan rute terpanjang di dunia;
- Total rolling stock China mencapai 1.800 rangkaian (55% dari dunia);

- Teknologi Kereta Cepat menjadikan Beijing - Shanghai yang berjarak sekitar 1.318 kilometer dapat ditempuh hanya dalam waktu 4,5 jam saja;

- Kereta Cepat China didesain sedemikian rupa sehingga sesuai dalam kondisi iklim 4 musim.
Rute Kereta cepat di tepi pantai Cina seperti Guangdong, Fujian dan Pulau Hainan beriklim Tropis sama dengan iklim di Indonesia;

- Teknologi kereta cepat bersifat terbuka, memungkinkan sharing teknologi dengan Indonesia.

- Pembangunan KCJB dikembangkan dengan pola B to B (business to business) berbasiskan penanaman modal asing (PMA) tanpa sedikitpun menyerap government spending yang bersumber dari Anggaran Pendapatan & Belanja Negara (APBN) serta tidak adanya jaminan dari pemerintah (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading