PLTGU Jawa I Resmi Dibangun, PLN Hemat Rp 43 T

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
19 December 2018 17:47
PLTGU Jawa I resmi konstruksi hari ini, dengan pembangkit ini PLN bisa hemat hingga Rp43 triliun
Jakarta, CNBC Indonesia- Pembangunan proyek terintegrasi infrastruktur gas dan pembangkit listrik gas (PLTGU) Jawa 1 resmi dimulai. Proyek pembangkit berkapasitas 1.760 MW ini dapat memberikan potensi penghematan biaya produksi listrik yang bisa didapatkan PT PLN (Persero) selama masa kontrak sebesar Rp 43 triliun.

Pengerjaan PLTGU Jawa 1 dilakukan oleh PT Jawa Satu Power, yang merupakan konsorsium dari PT Pertamina Power Indonesia (PPI), anak perusahaan dari PT Pertamina Persero, Marubeni Corporation dan Sojitz Corporation. Dengan konstruksi infrastruktur gas dan pembangkit tenaga listrik terpadu ini terdiri dari infrastruktur LNG/gas Floating Storage Regasification unit (FSRU) dan dua gas turbin paling efisien dengan tingkat emisi terendah. 




Sementara itu, PT Jawa Satu Power memberikan kepercayaan kepada konsorsium General Electric (GE), Samsung C&T (Samsung) dan PT Meindo Elang Indah (Meindo) dengan kontrak EPC (Engineering, Procurement and Construction) dan Perjanjian Pemeliharaan pembangkitan listrik selama 25 tahun. 

Dalam proyek ini, GE menyediakan turbin gas paling efisien dengan tingkat emisi terendah 9HA.02, serta layanan pemeliharaan jangka panjang yang meliputi digital solutions, commissioning and installation, parts, field and repair services selama 25 tahun. Selain itu, Samsung akan menyediakan pekerjaan konstruksi dan peralatan balance of plant untuk pembangkit listrik, sementara Meindo akan menyediakan semua pekerjaan laut termasuk jetty, pipa gas, dan pipa air pendingin. Pertamina, Marubeni dan Sojitz juga menunjuk Samsung Heavy Industries untuk membangun FSRU.


Sesuai kontrak, masa hidup PLTGU adalah 25 tahun dan setelah masa kontrak, Pembangkit akan diserahkan kepada PLN dengan skema Build, Own, Operate dan Transfer (BOOT). Dalam proyek tersebut juga akan dibangun Floating Storage Regasification Unit (FSRU), nantinya di akhir masa kontrak, FSRU tersebut akan diambil alih oleh PLN. Selain itu, setelah proyek tersebut mencapai Commercial Operation Date (COD), sewaktu-waktu PLN dapat menggunakan FSRU tersebut untuk memasok gas LNG ke pembangkit-pembangkit PLN. 

"Pembangkit listrik dengan teknologi combined-cycle Jawa-1 merupakan bagian dari Program Ketenagalistrikan 35,000 megawatt (MW) dengan pasokan listrik sekitar 1.760 MW yang akan disalurkan melalui jaringan listrik nasional Jawa-Bali milik PLN," ujar Direktur Pengadaan Strategis PLN Supangkat Iwan Santoso melalui keterangan resminya, Rabu (19/12/2018).

Lebih lanjut, Iwan menyebutkan, Pembangkit ini diharapkan bisa menambah pasokan listrik untuk 11 juta pelanggan, dan dalam proyek tersebut PLN juga bisa mendapatkan harga tariff rendah yakni 5,5308 cUSD/kWh. 

Iwan juga menambahkan bahwa sesuai timeline, pembangkit ditargetkan selesai pada Septembar 2021. Penambahan dari PLTGU Jawa 1 akan semakin menambah kehandalan infrastruktur kelistrikan tanah air, sehingga bisa menarik para investor untuk menanamkan modal dan secara tidak langsung bisa meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. 



Presiden Direktur Pertamina Power Indonesia (PPI) Ginanjar menuturkan, peletakan batu pertama pembangunan proyek infrastruktur gas dan pembakit listrik terintegrasi Jawa 1 ini menandai dimulai tahap II konstruksi secara masif. Pembangkitan listrik Jawa 1 ini tentu akan menciptakan multiplyer effect yang sangat luas bagi perekonomian wilayah Karawang, Bekasi, dan sekitarnya. 

"Salah satunya adalah penyerapan tenaga kerja yang mencapai 4.600 orang pada masa konstruksi dan +/-200 orang pada masa operasi, sehingga diharapkan bisa berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja baru serta peningkatan perekonomian daerah," imbuh Ginanjar.

[Gambas:Video CNBC]

Sebagai informasi, proyek dengan nilai kurang lebih US$ 1,8 miliar (atau sekitar Rp 26 triliun) ini dibiayai oleh konsorsium yang terdiri dari JapanBank for International Cooperation (JBIC) and Nippon Export and Investment Insurance Co, Ltd (NEXI), Asian Development Bank (ADB), serta institusi perbankan komersial antara lain Mizuho Bank Ltd, MUFG Bank Ltd, Oversiea-Chinese Banking Cooperation Ltd, Credit Agricole Corporate and Investment Bank, Societe Generale dengan skema pendanaan non-recourse project financing, dimana pembayaran pinjaman murni bersumber dari proyek itu sendiri. Secara keseluruhan, proyek ini melibatkan lebih dari 20 perusahaan domestic dan internasional.


(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading