Stok CPO di RI Diperkirakan Mulai Turun Akhir 2018

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
12 December 2018 17:59
Stok CPO di RI Diperkirakan Mulai Turun Akhir 2018
Jakarta, CNBC Indonesia - Stok minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di dalam negeri diperkirakan mulai turun pada akhir tahun ini.

Hal itu seiring dengan kebijakan pungutan ekspor CPO dinolkan yang mulai berlaku awal bulan ini.

"Kita lihat perkembangannya apakah akhir tahun ini stok bisa turun, logikanya harus turun karena produksi sampai akhir tahun ini akan ada penurunan sedikit. Tinggal nanti penurunannya stok berapa," ujar Ketua Umum Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Joko Supriyono, Rabu (12/12/2018).


Dia meyakini situasi dan kondisi pasti akan mengalami perubahan setelah pemerintah menetapkan skema pungutan ekspor CPO yang baru.


Joko menilai dampak dari relaksasi pungutan ekspor CPO harusnya bisa mempercepat turunnya stok di dalam negeri.

"Teorinya begitu karena paling tidak yang punya stok punya ruang margin tambahan. Kita mesti lihat November-Desember nanti sudah ada dampak yang signifikan apa tidak."

"Sampai Oktober kemarin kita lihat trend produksi naik terus. Mestinya November-Desember trendnya flat atau sedikit menurun. Ini siklus. Seberapa besar kita mesti lihat dulu, kami masih evaluasi datanya," jelas Joko.


Seperti diketahui, produksi sepanjang September 2018 diperkirakan sebanyak 4,41 juta ton atau naik 8,5% dibandingkan dengan Agustus 2018. Kenaikan produksi memang karena pada September merupakan siklus tinggi musim panen tahunan sawit.

Sementara itu, ekspor CPO tergolong stagnan meski harga turun drastis. Hal ini karena harga minyak nabati lain yang juga sedang murah terutama kedelai, rapeseed dan biji bungan matahari. Harga kedelai sendiri jatuh sejak tahun 2007.

Naiknya produksi dan stagnannya ekspor membuat stok minyak sawit di RI naik mencapai 4,6 juta ton pada September 2018.

(ray/hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading