Mangkir B20, ESDM Layangkan Surat Denda Pekan Depan

News - Muhammad Choirul Anwar, CNBC Indonesia
07 December 2018 19:01
Mangkir B20, ESDM Layangkan Surat Denda Pekan Depan Foto: Peluncuran Mandatori B20 di Lapangan Kementerian Keuangan, Jumat (31/8/2018) (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)
Jakarta, CNBC Indonesia- Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM, Djoko Siswanto, mengumumkan sejumlah badan usaha penyalur maupun penerima FAME yang berpotensi dikenakan denda akibat tidak patuh pada aturan penggunaan B20.

Pengumuman itu disampaikan dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jumat (7/12/2018). Hanya saja, ditemui usai rapat, dia enggan merinci lebih lanjut.



"Tadi saya umumin perusahaan-perusahaan yang kena denda," ujarnya. Perusahaan apa saja? "Nggak enaklah, nanti saham dia turun," ujarnya.


Meski begitu, dia menyebut bahwa akumulasi denda dari bulan September hingga pertengahan November berkisar Rp 500 miliar. Jumlah itu masih bisa berubah jika perusahaan yang bersangkutan menyampaikan klarifikasi.

"Tinggal appealnya (banding) dia nanti kan. Kami akan kirim surat minggu depan lah ini anda kena denda sekian, kalau diprotes ya silahkan bikin tertulis, kita cek," imbuhnya.

Dari badan usaha yang berpotensi didenda, meliputi BU BBM dan BU BBN. Jumlahnya sekitar enam badan usaha, dua di antaranya adalah BU BBM dan sisanya BU BBN.

"Kita sudah cek semua, termasuk transportasi seperti apa. Verifikasi saya begitu, dia masih protes apa enggak. kalau protes bisa dibuktikan. Secepatnya, kalau enggak ya berarti dia udah menerima, langsung bayar," pungkasnya.

Manager Operation Supply Chain Pertamina Gema Iriandus mengatakan terkait surat denda ini, Pertamina selaku salah satu badan usaha yang mendapat kewajiban distribusi mengatakan adalah keputusan pemerintah. Namun jika dalam penyaluran terdapat kendala teknis, seperti tangki atau pipa bocor, akan Pertamina sampaikan. "Agar dipertimbangkan itu layak dibebaskan dari sanksi atau tidak," katanya di kesempatan yang sama.

Jika memang layak kena denda, dari 11 badan usaha BBM maupun BBN yang mendapat mandatori maka pemerintah memberi kesempatan untuk bertemu dan rekonsiliasi. "Untuk pastikan apakah denda setuju, kalau tidak setuju disampaikan. Pemerintah masih kasih kelonggaran,"

Untuk volume, selama 2019 Pertamina salurkan 5,3 juta KL di 25 titik. Sementara untuk tahun ini 3,2 juta KL. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading