Protes Bos Lion Air ke Boeing: Harusnya Sama-sama Diam Dulu

News - Raydion Subiantoro, CNBC Indonesia
04 December 2018 11:14
Boeing merilis pernyataan yang merujuk pada laporan awal KNKT.
Jakarta, CNBC Indonesia - Lion Air Group menyatakan keberatan atas pernyataan resmi The Boeing Company dalam merespons laporan awal Komite Nasional Keselamatan Transprtasi (KNKT).

Direktur Eksekutif Lion Air Group, Capt. Daniel Putut, mengatakan seharusnya pihak Boeing tidak perlu mengeluarkan pernyataan apa pun sebelum KNKT menyelesaikan keseluruhan laporan investasi kecelakaan JT-610.

"Tunggu hasil investigasi KNKT, harusnya sama-sama diam dulu. Sama-sama jaga tidak buat komentar," katanya ketika dihubungi Selasa (4/12/2018).



Dia mengatakan pihaknya tengah mempertimbangkan pernyataan Boeing tersebut. Namun, dia belum menjelaskan lebih detail terkait langkah perusahaan.

Ketika dikonfirmasi apakah memang Lion Air tengah mengkaji ulang pembelian pesawat dari Boeing yang bisa berujung pada pembatalan, Daniel mengatakan belum akan mengonfirmasi hal itu.

Sebelumnya, diberitakan Reuters, seorang sumber menyebut Rusdi Kirana marah atas apa yang dia anggap sebagai upaya Boeing untuk mengalihkan perhatian dari perubahan desain (pesawat 737 Max 8) dan menyalahkan Lion Air atas kecelakaan penerbangan JT-610.


Seperti diketahui, Lion Air JT-610 jatuh di perairan Karawang pada 29 Oktober 2018 dan menewaskan 189 penumpang.

Lion Air sendiri, berdasarkan catatan Reuters, memiliki pesanan 190 unit pesawat senilai US$ 22 miliar atau Rp 314 triliun (kurs Rp 14.300/US$). Sebelumnya, 197 unit pesawat sudah dikirim dan menjadikan Lion Air sebagai salah satu pelanggan terbesar.

[Gambas:Video CNBC]
(ray/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading