Internasional

KTT G20 Digelar, Trump-Xi Jinping-Putin Jadi Sorotan

News - Wangi Sinintya Mangkuto, CNBC Indonesia
30 November 2018 20:21
KTT G20 Digelar, Trump-Xi Jinping-Putin Jadi Sorotan
Buenos Aires, CNBC Indonesia- Pertemuan pimpinan-pimpinan elit dunia G20 bakal digelar Jumat (30/11/2018) ini. Pertemuan ini menjadi menarik karena berlangsung di tengah isu perang dagang yang tak tuntas tuntas.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump, aktor utama yang membawa drama perang dagang ke panggung internasional akan jadi target para pimpinan sekaligus sorotan dunia. Terutama untuk kebijakan-kebijakan dagangnya dengan China.




Dua negara adidaya China dan AS yang terus memanas dan membawa dampak ke ekonomi negara-negara lain yang transaksinya terkait kedua negara tersebut.

Dilansir dari CNBC Internasional, pertemuan kelompok 20 negara industri ini digelar pertama kali 2008 untuk mengatasi krisis ekonomi global. Para pemimpin dunia bertemu dan berembuk mencari solusi pada saat itu.

Kini, mereka justru berkumpul untuk mempertanyakan kembali komitmen yang telah mereka bangun satu dekade lalu.

Semua mata tertuju pada pertemuan yang direncanakan antara Trump dan Presiden China Xi Jinping pada hari Sabtu untuk melihat apakah mereka dapat menemukan cara untuk menenangkan dan membuat kemajuan menuju penyelesaian perbedaan yang mengancam ekonomi global.

Pada malam pertemuan puncak, negara-negara anggota G20 masih berlomba untuk mencapai kesepakatan tentang isu-isu utama termasuk perdagangan, migrasi dan perubahan iklim yang pada tahun-tahun sebelumnya telah dikerjakan dengan baik.

Bahkan, skeptisisme Trump bahwa pemanasan global disebabkan oleh aktivitas manusia telah menimbulkan pertanyaan tentang apakah negara-negara akan dapat mencapai cukup konsensus tentang masalah untuk memasukkannya ke dalam pernyataan resmi pada akhir pertemuan nanti.

Lebih jauh yang juga memperkeruh pertemuan pucak adalah eskalasi konflik antara Rusia dan Ukraina, topik yang akan ada di pikiran banyak pemimpin ketika mereka melihat Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ada juga pertanyaan tentang bagaimana menangani kehadiran Putra Mahkota Mohammad bin Salman yang menjadi canggung. Penguasa de facto Arab Saudi akan hadir di bawah kontroversi seputar pembunuhan jurnalis Saudi, Jamal Khashoggi di konsulat Saudi di Istanbul pada bulan Oktober lalu.

Internasional Foto: Balon "Baby Trump" terlihat menjelang KTT para pemimpin G20, di depan gedung Kongres di Buenos Aires, Argentina, 29 November 2018. REUTERS / Pilar Olivares



Apakah G20 Bisa Hasilkan Putusan
Ketidakpastian menyelebungi KTT G20 ini dengan hadirnya Trump, yang tentu tak bisa diprediksi, untuk mengikuti gelaran puncak yang paling penting di pertemuan ini.

Belajar dari pertemuan APEC awal bulan ini, para pejabat negara yang hadir di konferensi tersebut toh gagal mendapat kata sepakat untuk pertama kalinya dalam sejarah.

Kesepakatan mentok karena delegasi AS yang dipimpin oleh Wakil Presiden Mike Pence bentrok dengan China soal perdagangan dan keamanan.

Pada bulan Mei, Trump menolak pernyataan oleh sesama pemimpin ekonomi industri G7 setelah pertemuan yang menegangkan berakhir dengan kepahitan, sekali lagi atas tarif dan perdagangan.

Sebelum menuju Buenos Aires pada hari Kamis, Trump mengatakan dia terbuka untuk kesepakatan perdagangan dengan China, tetapi menambahkan, "Saya tidak tahu bahwa saya ingin melakukannya." dilansir dari Reuters, Jumat (30/11/18).

Setelah rencana awal untuk menjauh dari pertemuan puncak, penasihat perdagangan Trump, Peter Navarro, dimasukan ke delegasi AS pada menit terakhir dan diperkirakan akan menghadiri pertemuan antara Trump dan Xi, seorang pejabat AS dan sumber yang akrab dengan situasinya mengatakan kepada Reuters, dan dikutip dari CNBC Internasional.


Pejabat itu mengatakan, itu dimaksudkan untuk mengirim pesan ke China tentang perdagangan AS. China, untuk bagiannya, berharap untuk "hasil yang positif" dalam menyelesaikan sengketa perdagangan dengan Amerika Serikat, Kementerian Perdagangan mengatakan pada hari Kamis.

Perlambatan dalam ekonomi global akan memburuk jika Trump menekan dengan rencana untuk lebih meningkatkan tarif pada US $ 200 miliar (Rp 2,8 triliun) impor Cina menjadi 25 persen, kata Sekretaris Jenderal OECD Angel Gurria kepada Reuters.

Sementara pertemuan Trump dengan Xi pasti akan berlangsung, Presiden AS pada Kamis justru tiba-tiba membatalkan pembicaraan yang direncanakan dengan Putin, mengutip perampasan Rusia baru-baru ini atas kapal Ukraina.

Trump telah sering menyuarakan keinginannya untuk hubungan yang lebih baik dengan Putin, dan banyak kritikus mengecamnya pada bulan Juli karena mengabaikan kesimpulan badan-badan intelijen AS bahwa Moskow ikut campur dalam pemilihan presiden AS 2016, sementara memberikan kepercayaan pada pernyataan Presiden Rusia bahwa itu tidak benar.

Salah satu titik terang potensial pada pertemuan puncak adalah penandatanganan pakta perdagangan AS-Meksiko-Kanada yang direvisi.
Tetapi sehari sebelum tiga negara itu akan meresmikan kesepakatan pada hari Jumat, masih sibuk dengan untuk apa sebenarnya mereka taruh nama mereka, kata para pejabat pada Kamis.

Ketiga negara itu sepakat secara prinsip untuk mengatur triliunan dolar mereka dalam perdagangan timbal-balik setelah setahun, dan setengah dari perundingan yang kontentius ditutup dengan tawar-menawar pada larut malam, satu jam sebelum tenggat waktu pada 30 September. 

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading